BUGALIMA - Di tengah semarak menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, semangat berbagi dan kepedulian tak henti-hentinya digaungkan. Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah provinsi yang kaya akan keragaman budaya dan keindahan alamnya, kembali menjadi saksi bisu kebaikan hati seorang wakil rakyat. Julie Sutrisno Laiskodat, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, telah menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dengan menyalurkan 12 ekor hewan kurban. Aksi mulia ini tidak hanya sekadar simbol keagamaan, tetapi lebih dari itu, merupakan penguatan nilai kemanusiaan, toleransi, dan solidaritas sosial di bumi Flobamora.
Penyaluran 12 ekor sapi kurban ini menyasar berbagai wilayah di Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I, yang meliputi Pulau Alor, Pulau Flores, dan Pulau Lembata. Hewan kurban tersebut didistribusikan kepada sejumlah masjid, yayasan sosial, serta komunitas masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini mencerminkan kepedulian yang mendalam dari Julie Sutrisno Laiskodat terhadap kesejahteraan umat Muslim di wilayah kepulauan tersebut, terutama dalam menyambut salah satu hari raya terbesar dalam kalender Islam.
| Sumber: Pixabay |
Makna Idul Adha Lebih dari Sekadar Ritual
Julie Sutrisno Laiskodat menekankan bahwa Idul Adha bukanlah sekadar ritual ibadah keagamaan semata. Melalui program kurban tahunan ini, ia ingin menjadikan momentum tersebut sebagai ajang refleksi nilai-nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan yang universal. "Idul Adha bukan sekadar tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi tentang bagaimana kita belajar ikhlas berbagi dan hadir untuk sesama," ujar Julie dalam keterangannya. Harapannya, bantuan hewan kurban ini dapat membawa sukacita bagi masyarakat dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat NTT.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, bantuan hewan kurban ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga penerima manfaat, terutama masyarakat kecil yang selama ini jarang menikmati daging kurban saat hari raya. Bagi banyak warga, Idul Adha menjadi momentum untuk merasakan kebersamaan, perhatian, dan kasih terhadap sesama. Penyaluran hewan kurban ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena dinilai tidak hanya membantu warga dalam merayakan Idul Adha, tetapi juga mempererat nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat kepulauan.
Keterkaitan Kemanusiaan dan Ketahanan Ekonomi
Sebagai legislator di Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan, Julie Sutrisno Laiskodat melihat adanya keterkaitan erat antara kegiatan sosial-keagamaan dengan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput. Menurutnya, distribusi daging kurban turut membantu pemenuhan gizi masyarakat dan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, aksi kepedulian sosial ini bukan hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Bantuan hewan kurban ini disebarkan ke berbagai wilayah di Dapil NTT 1, termasuk Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, dan Kabupaten Alor. Di Kabupaten Flores Timur, misalnya, satu ekor sapi kurban diserahkan kepada Panitia Hewan Kurban Masjid Agung Shuhada Larantuka di Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka. Penyerahan ini dilakukan oleh Ketua Rumah Relawan Bunda Julie Sutrisno Laiskodat Flores Timur, Hj. Ummi Aminah, yang menyatakan bahwa bantuan ini merupakan yang pertama kali diberikan kepada masjid tersebut, meskipun sebelumnya berbagai bentuk kepedulian lain juga telah disalurkan kepada warga muslim di sana.
Selain untuk Masjid Agung Shuhada Larantuka, bantuan hewan kurban juga disalurkan kepada kaum dhuafa di sejumlah wilayah di Flores Timur. Momentum Idul Adha menjadi pengingat penting tentang makna pengorbanan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. "Hari ini kita belajar tentang pengorbanan, tentang keikhlasan, tentang menaati perintah Allah tanpa bertanya, tanpa protes, tanpa penolakan. Hanya pasrah, sami'na wa atho'na," ungkap Husain Maser, Anggota DPRD Flores Timur Fraksi NasDem, yang turut mendampingi penyerahan hewan kurban di Desa Lohayong 2, Solor Timur.
Memperkuat Kebersamaan Lintas Elemen
Kepedulian Julie Sutrisno Laiskodat tidak hanya berhenti pada penyaluran hewan kurban semata. Melalui program ini, ia juga berupaya memperkuat fondasi kebersamaan dan toleransi yang telah mengakar kuat di bumi Nusa Tenggara Timur. Keberagaman agama dan suku di NTT merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Aksi berbagi di momen Idul Adha ini menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan rasa saling pengertian dan hormat antarumat beragama.
Semangat berbagi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Julie Sutrisno Laiskodat ini sejalan dengan nilai-nilai yang diusung oleh Partai NasDem, yaitu gerakan perubahan yang mengedepankan restorasi Indonesia melalui kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai kegiatan penyaluran hewan kurban oleh kader NasDem, termasuk di Jakarta, menunjukkan komitmen partai ini dalam menebar kebaikan di tengah masyarakat.
Di Desa Lohayong 2, Solor Timur, masyarakat penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah hewan kurban dari Julie Sutrisno Laiskodat. "Kami bersaksi bahwa hewan tersebut diterima dalam keadaan sehat dan sesuai syariat. Selanjutnya, kami akan mengamanahkan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban ini kepada masyarakat yang berhak menerima. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kurban ini dan membalas segala kebaikan Ibu Julie Sutrisno Laiskodat," ujar Aludin Igo, salah satu perwakilan warga.
Pesan kemanusiaan yang digaungkan di momentum Idul Adha ini adalah bahwa kebahagiaan sejati lahir ketika mampu berbagi dengan sesama, menghadirkan harapan bagi masyarakat kecil, serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat NTT. Aksi mulia Julie Sutrisno Laiskodat ini menjadi bukti nyata bahwa wakil rakyat yang peduli akan senantiasa hadir untuk rakyatnya, membawa kebaikan dan harapan di setiap kesempatan.
Source: MetroTVNews.com
#Julie Sutrisno Laiskodat #Kurban NTT #Idul Adha