BUGALIMA - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang sering kali memicu ketegangan, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih "jalan tengah" yang berakar pada kearifan lokal Larantuka untuk menjaga kondusivitas Flores Timur (Flotim). Pendekatan yang mengedepankan kasih, dialog, dan penghormatan terhadap budaya ini menjadi kunci dalam merajut harmoni di wilayah yang kaya akan tradisi.
Semangat "Polda NTT Penuh Kasih"
Program "Polda NTT Penuh Kasih" bukanlah sekadar slogan, melainkan wujud nyata pendekatan humanis yang digalakkan oleh Kepolisian Daerah NTT. Melalui program ini, Polda NTT berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen penting lainnya di Flores Timur. Salah satu implementasi nyata dari program ini adalah kunjungan silaturahmi yang dipimpin langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., beserta Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, didampingi para Pejabat Utama Polda NTT dan Kapolres Flores Timur. Kunjungan ini tidak hanya sekadar membangun relasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemantauan langsung terhadap pelayanan pengamanan rangkaian Semana Santa di Larantuka, memastikan seluruh prosesi keagamaan berjalan lancar, tertib, dan khidmat.
Menapaki "Jalan Tengah" Larantuka
Filosofi "jalan tengah" yang melekat pada masyarakat Larantuka menjadi inspirasi bagi Polda NTT dalam menjalankan tugasnya. Dalam pandangan antropologis dan etimologi lokal, Larantuka dipandang sebagai titik temu berbagai kepentingan, budaya, dan keyakinan. Hal ini menjadikan Larantuka sebagai ruang rekonsiliasi dan keseimbangan. Kapolda NTT menyadari bahwa menjaga kondusivitas di wilayah seperti Larantuka tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang kaku. Sebaliknya, penyelesaian berbagai persoalan sosial harus mengedepankan dialog, kasih, dan penghormatan terhadap adat istiadat setempat. Pendekatan ini selaras dengan semangat Larantuka yang selalu mencari keseimbangan dan harmoni.
Pendekatan Humanis dan Kultural
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kunjungan dan pendekatan yang dilakukan Polda NTT bukan hanya soal penegakan hukum semata. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pendekatan humanis dan kultural dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan memahami dan menghargai akar budaya serta kearifan lokal, Polda NTT berharap dapat mencegah potensi konflik dan membangun kepercayaan masyarakat. Hal ini terbukti dalam berbagai kegiatan, termasuk rekonsiliasi adat antara warga Kelurahan Postoh dan Kelurahan Amagarapati di Larantuka.
#### Momentum Rekonsiliasi Adat
Salah satu bukti nyata keberhasilan pendekatan kultural Polda NTT adalah pada momentum rekonsiliasi adat antara warga Kelurahan Postoh dan Kelurahan Amagarapati pada Maret 2026. Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Flores Timur, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini menjadi simbol kuat persatuan setelah sebelumnya sempat terjadi ketegangan. Prosesi adat yang dipimpin oleh tokoh adat dari kedua belah pihak, dengan pertukaran sesajian adat sebagai simbol berakhirnya konflik, menunjukkan betapa kuatnya nilai persaudaraan dan budaya lokal dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Kapolda NTT mengapresiasi komitmen damai masyarakat, yang menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat dicapai melalui pendekatan adat yang mengakar.
Menjaga Keharmonisan di Momen Penting
Polda NTT juga menunjukkan komitmennya dalam menjaga keharmonisan di momen-momen penting masyarakat Flores Timur, seperti perayaan Semana Santa. Tradisi empat abad ini selalu dikawal oleh Polda NTT untuk memastikan kelancaran dan ketertiban. Upaya pengamanan ini tidak hanya dilakukan di Larantuka, tetapi juga di wilayah lain seperti Adonara, Flores Timur, pasca bentrokan antar desa. Dalam kasus bentrokan di Adonara pada Oktober 2024, Polda NTT sigap mengirimkan personel tambahan untuk memulihkan kondusivitas dan melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk penahanan terhadap pelaku perusakan. Pendekatan yang dilakukan Polda NTT selalu mengedepankan penanganan yang adil dan proporsional, sambil tetap merangkul masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Keberhasilan Polda NTT dalam menjaga kondusivitas Flores Timur tidak lepas dari kolaborasi lintas sektoral. Kerja sama dengan Pemerintah Daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi pilar utama. Melalui dialog yang berkelanjutan dan sinergi yang kuat, Polda NTT bersama instansi terkait lainnya berupaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan damai bagi seluruh warga Flores Timur. Pendekatan "jalan tengah" ini diharapkan terus memperkuat rasa persaudaraan dan menjaga keharmonisan di wilayah yang memiliki kekayaan budaya dan spiritualitas yang tinggi ini.
Source: tribrata-news-polda-ntt.go.id
#PoldaNTT #Larantuka #FloresTimur