Polwan Polres Flores Timur: Sentuhan Kasih Kapolda NTT untuk Anak-Anak Korban Konflik Sosial

BUGALIMA - Di tengah riuh rendah konflik sosial yang terkadang merobek keharmonisan masyarakat, ada secercah harapan yang hadir dari para srikandi-srikandi Polri. Ya, Polwan Polres Flores Timur, dengan kepedulian yang tulus, menggelar kegiatan *trauma healing* bagi anak-anak yang menjadi korban dari dampak konflik. Ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah wujud nyata kepedulian mendalam dari Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, yang ingin memastikan bahwa generasi penerus bangsa ini tidak hanya aman dari ancaman fisik, tetapi juga pulih secara psikologis.

Konflik sosial, betapapun kecilnya, dapat meninggalkan luka yang dalam, terutama bagi jiwa-jiwa muda yang polos. Anak-anak, dengan segala kerentanan mereka, kerap menjadi pihak yang paling merasakan getaran negatif dari setiap perselisihan. Keresahan, ketakutan, kecemasan, bahkan trauma, bisa membayangi hari-hari mereka, mengganggu konsentrasi belajar, dan merenggut keceriaan masa kecil. Menyadari hal ini, jajaran Polwan Polres Flores Timur, atas arahan dan dorongan dari Kapolda NTT, bergerak cepat untuk memberikan sentuhan penyembuhan.

Sumber: Pixabay

Kegiatan *trauma healing* ini dilaksanakan dengan penuh kehangatan dan empati, menyasar anak-anak sekolah yang terdampak konflik di wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Bertempat di dua lokasi strategis, yakni SDI Riangrindu di Dusun Belle, Desa Waiburak, dan SDK Narasaosina di Desa Narasaosina, para polwan hadir bukan sebagai penegak hukum semata, tetapi sebagai kakak, sahabat, dan penyejuk hati bagi anak-anak tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Flores Timur, Kompol I Ketut Mastina, S.Sos., didampingi oleh personel Polwan Polres Flores Timur, menunjukkan komitmen institusi dalam penanganan dampak psikososial pascakonflik.

Lebih dari sekadar permainan dan nyanyian, kegiatan ini mengadopsi metode *trauma healing* yang terstruktur dan teruji, termasuk Terapi Mental USEFT (*Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique*). Pendekatan ini dirancang untuk membantu anak-anak mengenali, memahami, dan melepaskan emosi negatif seperti rasa takut, marah, sedih, dan trauma yang mungkin mereka alami. Melalui teknik penyelarasan diri, ketukan ringan (*tapping*) pada titik-titik tertentu di tubuh, serta afirmasi positif, anak-anak diajak untuk kembali menemukan kedamaian batin, menanamkan nilai kasih sayang, pengampunan, dan persaudaraan. Ini adalah upaya memupuk kembali benih-benih perdamaian dalam diri mereka, agar konflik tidak menjadi penghalang masa depan cerah.

Membangun Kembali Kepercayaan Diri dan Semangat Belajar

Perlu dipahami, dampak konflik sosial bukan hanya sebatas pertengkaran antarwarga. Jauh lebih dalam, ia merusak tatanan psikologis anak-anak. Bayangkan, dunia yang seharusnya penuh warna dan canda tawa, tiba-tiba diselimuti awan kelabu ketakutan. Di sinilah peran vital *trauma healing* hadir. Para polwan, dengan kesabaran luar biasa, menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Mereka tidak memaksa anak-anak untuk bercerita, tetapi membuka ruang agar anak-anak merasa didengarkan, dipahami, dan dihargai.

Melalui berbagai permainan edukatif yang diselingi nyanyian ceria, suasana yang tadinya tegang perlahan mencair. Tawa renyah mulai terdengar, senyum mulai menghiasi wajah-wajah mungil yang sebelumnya muram. Personel Polwan membangun komunikasi yang hangat, menjadi pendengar yang baik, dan memberikan motivasi yang membangun. Edukasi mengenai pentingnya hidup rukun, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna anak-anak.

Tak hanya sentuhan emosional, bentuk kepedulian Kapolda NTT juga diwujudkan melalui pemberian bantuan yang bersifat konkret. Tas sekolah, buku, alat tulis, hingga makanan ringan dibagikan kepada anak-anak. Bantuan ini bukan sekadar benda mati, melainkan simbol perhatian dan dukungan penuh dari institusi Polri. Diharapkan, bantuan ini dapat membangkitkan kembali semangat belajar mereka, menghapus kecemasan akan masa depan, dan menanamkan optimisme bahwa esok akan lebih baik.

Polri, Lebih dari Sekadar Penegak Hukum

Kegiatan *trauma healing* yang digagas oleh Polwan Polres Flores Timur ini adalah bukti nyata bahwa Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan dan pemulihan sosial. Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak boleh hanya berorientasi pada penegakan hukum.

"Bapak Kapolda NTT menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga memastikan proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat berjalan dengan baik," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Polri untuk menjadi agen perubahan sosial yang aktif, memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling rentan seperti anak-anak.

Lebih lanjut, imbauan untuk mengedepankan musyawarah, menjaga persaudaraan, dan tidak membuka ruang bagi konflik kembali digaungkan. Ini adalah pesan damai yang tak ternilai harganya, sebuah ajakan untuk merajut kembali keharmonisan yang mungkin sempat terkoyak. Dengan perhatian dan sentuhan kasih seperti ini, diharapkan anak-anak Flores Timur dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berdaya, dan senantiasa membawa semangat perdamaian.

Keberhasilan kegiatan ini terlihat jelas dari perubahan positif pada anak-anak. Mereka yang semula tampak murung, takut, dan cemas, kini kembali tersenyum, tertawa, dan aktif berinteraksi. Momen-momen ini adalah hadiah terindah bagi para petugas dan bukti bahwa kepedulian tulus dapat menyembuhkan luka yang tak terlihat. Polres Flores Timur, melalui para Polwan-nya, telah membuktikan bahwa kepedulian adalah kekuatan terbesar dalam memulihkan dan membangun kembali semangat masyarakat.

Source: https://mediahub.polri.go.id/detail/12662-polwan-polres-flores-timur-gelar-trauma-healing-bagi-anak-korban-konflik-sosial-wujud-kepedulian-kapolda-ntt



#Trauma Healing #Polwan Peduli #Flores Timur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama