Festival Bale Nagi 2026 Sukses Ditutup, Flores Timur Siap Gempar dengan FEFA 2027

BUGALIMA - Seakan tak mau berhenti berinovasi dan merayakan kekayaan budaya serta potensi ekonomi, Kabupaten Flores Timur kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur. Kabar gembira datang dari penutupan Festival Bale Nagi 2026 yang berlangsung meriah, sekaligus menjadi momen peluncuran ajang baru yang tak kalah menjanjikan: Fantastic East Flores Award (FEFA) 2027. Sebuah perhelatan yang menandakan komitmen berkelanjutan Flores Timur dalam mengapresiasi dan mendorong kemajuan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya.

Penutupan Festival Bale Nagi 2026, yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 malam di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, dihadiri oleh Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen, jajaran pimpinan DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati area acara. Suasana haru dan bangga menyelimuti momen penutupan ini, sekaligus menjadi penanda semangat baru untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang.

Sumber: Pixabay

Festival Bale Nagi 2026 sendiri mengusung tema "Milenial Keru-Baki, Torang Semua Basudara," sebuah tema yang sarat makna persaudaraan, kolaborasi, dan kebersamaan. Tema ini berhasil diwujudkan dalam berbagai rangkaian kegiatan yang memukau. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur, Hery Lamawuran, menjelaskan bahwa festival ini telah sukses menjadi wadah kolaborasi yang efektif. Tujuannya jelas: memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya lokal yang adiluhung, mempromosikan destinasi wisata yang memukau, serta secara nyata menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Beragam Aktivitas yang Menggugah Semangat

Selama penyelenggaraannya, Festival Bale Nagi 2026 tidak hanya memamerkan kekayaan budaya, tetapi juga membuka berbagai peluang. Pameran ekonomi kreatif dan UMKM menjadi salah satu daya tarik utama, diikuti oleh 67 peserta yang terdiri dari 61 pelaku usaha dari Flores Timur, serta perwakilan dari Lembata dan Sikka. Sektor kuliner mendominasi dengan 23 pelaku usaha, disusul oleh sektor kriya dan fesyen dengan 16 pelaku. Keberhasilan ini menunjukkan betapa dinamisnya geliat ekonomi kreatif di Flores Timur.

Lebih dari sekadar pameran, festival ini melibatkan ratusan pelaku dari berbagai elemen. Panitia mencatat keterlibatan 43 sponsor, 21 instansi pemerintah dan swasta, 10 vendor, serta sekitar 100 tenaga pelaksana yang bekerja tanpa lelah demi kesuksesan acara. Di bidang seni dan budaya, partisipasi tiga komunitas budaya, 27 sanggar seni, dan 12 grup musik menampilkan total 48 pertunjukan yang memukau di panggung utama.

Dunia pendidikan pun turut ambil bagian. Terlihat dari partisipasi 19 lembaga pendidikan, 20 siswa SMA dalam lomba melukis, 103 anak TK dan PAUD dalam lomba mewarnai, serta lebih dari 300 peserta yang memeriahkan acara Color Run. Ini menunjukkan bahwa Festival Bale Nagi 2026 benar-benar merangkul semua kalangan, dari usia dini hingga profesional.

Dari sisi ekonomi, festival ini memberikan kontribusi yang signifikan. Total omzet sementara pelaku UMKM selama tiga hari penyelenggaraan festival mencapai Rp174.417.700. Rata-rata, setiap pelaku usaha meraup pendapatan sekitar Rp2.604.000. Angka ini tentu saja menjadi bukti nyata dampak positif festival terhadap perekonomian masyarakat lokal.

Melahirkan FEFA 2027: Apresiasi untuk Insan Berprestasi

Langkah strategis Flores Timur tidak berhenti pada Festival Bale Nagi 2026. Peluncuran Fantastic East Flores Award (FEFA) 2027 menjadi tonggak baru yang menunjukkan visi jangka panjang pemerintah daerah. FEFA 2027 dirancang sebagai ajang penghargaan bagi para individu dan entitas yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya di Flores Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur, Hery Lamawuran, mengungkapkan bahwa FEFA akan memberikan penghargaan untuk berbagai kategori, termasuk destinasi, paket wisata, konten kreator, dan pegiat ekonomi kreatif. Ini adalah upaya konkret untuk memberikan pengakuan dan insentif bagi mereka yang berdedikasi memajukan daerah.

Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, dalam berbagai kesempatan juga menekankan pentingnya kedua agenda ini. Ia menyatakan bahwa Festival Bale Nagi dan Job Fair II NTT 2026, yang juga dilaksanakan bersamaan, merupakan dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat identitas budaya Flores Timur. Festival Bale Nagi, menurutnya, adalah panggung kebanggaan masyarakat untuk menampilkan kekayaan seni, budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi identitas Flores Timur selama turun-temurun. "Festival ini adalah rumah bagi kita semua untuk kembali mengenal, merawat, dan merayakan identitas Lamaholot yang telah mengakar kuat dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Flores Timur," ujarnya.

Semangat Kolaborasi dan Visi ke Depan

Pelaksanaan Festival Bale Nagi 2026 sendiri tidak lepas dari semangat kolaborasi yang kuat. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang membuka Job Fair II Tingkat Provinsi NTT 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Bale Nagi 2026, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Tujuannya adalah memperkuat pembangunan SDM, memperluas kesempatan kerja, serta mengembangkan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menegaskan bahwa Festival Bale Nagi bukan sekadar perayaan budaya, melainkan sebuah strategi pemerintah daerah untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan memperkuat sektor pariwisata. Festival ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lamaholot, mulai dari seni, musik, tari, kuliner, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif. "Festival Bale Nagi bukan sekadar panggung hiburan ataupun perayaan budaya. Festival ini adalah ruang untuk merawat jati diri, menghidupkan kreativitas masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat sektor pariwisata, sekaligus membangun rasa bangga terhadap warisan budaya," ujarnya.

Dengan kesuksesan Festival Bale Nagi 2026 dan peluncuran FEFA 2027, Flores Timur menunjukkan arah yang jelas: memadukan kekayaan budaya dengan inovasi ekonomi. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi, sebuah bukti bahwa semangat persaudaraan dan kreativitas akan terus membawa Flores Timur ke panggung yang lebih tinggi.

Source: iNews.ID



#Flores Timur #Festival Bale Nagi #FEFA 2027

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama