Ahmad Yohan Ajak Bupati dan Parpol Coffee Morning, PAN Flores Timur Diminta Fokus Kerja Nyata

BUGALIMA - Di tengah riuhnya dinamika politik menjelang tahun-tahun krusial, Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur, Ahmad Yohan, menyerukan semangat baru untuk Kabupaten Flores Timur. Bukan sekadar retorika pemilu, melainkan ajakan konkret untuk membangun sinergi. Ajakan ini dilontarkan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pelantikan pengurus DPD PAN Flores Timur pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Gedung Orang Muda Katolik (OMK), Larantuka. Sebuah momentum yang dihadiri langsung oleh Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan partai politik lain, serta ratusan kader dan relawan PAN.

Ahmad Yohan, yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, tidak hanya berbicara tentang pemenangan elektoral. Pesannya tegas: konsolidasi PAN harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. "Sudah tidak saatnya lagi kita ribut hal-hal yang tidak penting," ujar Yohan, menekankan pentingnya komunikasi lintas partai dan kolaborasi untuk mempercepat pembangunan daerah. Ide "coffee morning" yang ia gagas bersama Bupati dan partai politik lain adalah simbol dari sebuah pendekatan yang lebih egaliter, duduk bersama, berdiskusi, dan mencari solusi demi kemajuan Flores Timur. Ini adalah sebuah seruan untuk menyatukan kekuatan, bukan untuk saling menjatuhkan.

Sumber: Pixabay

Kerja Nyata, Bukan Sekadar Politik Elektoral

Penekanan Ahmad Yohan pada "kerja nyata" menjadi inti dari pidatonya. Ia mengingatkan para pengurus PAN yang baru dilantik bahwa tugas mereka tidak berhenti pada penguatan struktur organisasi atau persiapan pemilu semata. Kader PAN harus menjadi agen perubahan yang turun langsung ke desa-desa, menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan warga, dan memperjuangkan solusi melalui jalur politik dan kelembagaan. "Partai tidak diukur hanya dari jumlah suara, tetapi dari sejauh mana ia mampu memperjuangkan kepentingan rakyat," tegasnya. Ini adalah panggilan untuk PAN agar benar-benar hadir di tengah masyarakat, memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara langsung.

Pandangan ini sejalan dengan Ketua DPD PAN Flores Timur sebelumnya, Rofinus Baga Kabelen, yang juga pernah mengajak seluruh elemen warga untuk menjaga budaya persaudaraan dalam pesta demokrasi. Semangat kolaboratif dan kerja nyata tampaknya menjadi DNA yang ingin ditanamkan dalam tubuh PAN Flores Timur. Upaya ini juga diperkuat dengan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kabupaten Flores Timur, yang menjadi bukti keseriusan partai dalam memperkuat basisnya di akar rumput.

Sinergi Lintas Partai dan Pemerintah

Gagasan "coffee morning" yang diusulkan Ahmad Yohan bukan sekadar basa-basi politik. Ini adalah sebuah strategi untuk memecah tembok ego sektoral antarpartai dan antara partai dengan pemerintah daerah. Di Flores Timur, seperti di banyak daerah lain, persaingan politik seringkali mewarnai jalannya pembangunan. Namun, Yohan melihat bahwa perbedaan politik seharusnya tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama demi tujuan bersama: kemajuan daerah.

Mengajak Bupati dan perwakilan partai politik lain untuk duduk semeja, berdiskusi santai namun substansial, adalah cara cerdas untuk membangun kepercayaan dan pemahaman bersama. Ini juga menjadi wadah bagi PAN untuk menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintah daerah secara konstruktif. Jika ada kritik atau keberatan terhadap kebijakan pemerintah, Yohan meminta agar aspirasi tersebut disampaikan melalui jalur komunikasi partai, termasuk melalui Fraksi PAN di DPRD Flores Timur. Pendekatan ini menunjukkan bahwa PAN ingin menjadi mitra pembangunan yang kritis namun solutif.

Dukungan Konkret untuk Masyarakat

Selain pesan-pesan strategis, Ahmad Yohan juga menunjukkan komitmennya melalui tindakan nyata. Dalam acara yang sama, ia menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta untuk mendukung penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Tahun 2026 di Kabupaten Flores Timur. Pemberian bantuan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk dukungan nyata partai terhadap kegiatan yang melibatkan masyarakat luas dan dapat meningkatkan semangat sportivitas serta kebersamaan.

Hal ini selaras dengan pernyataan Ketua DPD PAN Flores Timur yang baru dilantik, yang menggemakan perjuangan kolaboratif untuk merakyatkan PAN melalui pendekatan inklusif dan kerja nyata. PAN Flores Timur tampaknya bertekad untuk tidak hanya menjadi partai politik yang bermain di ranah elektoral, tetapi juga menjadi organisasi yang aktif berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Tantangan dan Harapan

Tentu saja, ajakan dan instruksi dari Ahmad Yohan ini bukanlah tanpa tantangan. Mengubah paradigma politik dari sekadar persaingan menjadi kolaborasi membutuhkan upaya ekstra. Memastikan bahwa "kerja nyata" benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar janji di atas kertas, adalah ujian terbesar bagi pengurus PAN Flores Timur.

Namun, dengan kepemimpinan yang visioner seperti yang ditunjukkan Ahmad Yohan, dan semangat baru yang digaungkan dalam Rakerda dan pelantikan, ada harapan besar bagi PAN Flores Timur. Harapan agar partai ini benar-benar menjadi representasi aspirasi rakyat, menjadi mitra pemerintah yang konstruktif, dan menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan nyata bagi Flores Timur. Politisi harusnya menjadi pelayan, bukan sekadar pemangku kepentingan. Dan PAN Flores Timur, dengan semangat "kerja nyata", tampaknya siap membuktikan hal itu.

Source: https://afbtvkupang.com/ahmad-yohan-ajak-bupati-dan-parpol-coffee-morning-pan-flores-timur-diminta-fokus-kerja-nyata/



#PAN Flores Timur #Kerja Nyata #Ahmad Yohan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama