BUGALIMA - Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang terkadang membuat harga kebutuhan pokok melambung tak terkendali, hadirnya sebuah gerakan sederhana namun berdampak masif sungguh menyejukkan. Inilah yang terjadi di Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, ketika Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur menggelar "Gerakan Pangan Murah" (GPM) pada Senin, 26 Oktober 2026. Sebuah inisiatif yang patut diacungi jempol, bukan sekadar program sesaat, melainkan sebuah komitmen nyata untuk memastikan masyarakat, terutama yang paling rentan, tetap bisa mengakses pangan dengan harga terjangkau.
Gerakan pangan murah ini, yang dimulai sejak pukul 10.30 WITA, dipimpin langsung oleh Kanit Binpolmas Aiptu I Wayan Aryasa, S.Sos., beserta jajaran anggota Satbinmas. Kehadiran mereka di tengah masyarakat Desa Boru Kedang bukanlah tanpa tujuan. Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk menjembatani kesenjangan antara ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat. Di desa-desa seperti Boru Kedang, yang mungkin aksesnya ke pasar tradisional agak terbatas atau harga komoditas seringkali lebih tinggi akibat biaya transportasi, kehadiran GPM ini bagaikan embun penyejuk di tengah terik matahari.
| Sumber: Pixabay |
Polres Flores Timur, melalui kegiatan ini, menyalurkan dua ton beras jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Beras sebanyak itu dikemas dalam 400 karung, masing-masing berisi lima kilogram. Harganya? Sangat terjangkau, Rp60.000 per karung, atau setara dengan Rp12.000 per kilogram. Angka ini, bagi banyak keluarga, bisa menjadi penolong besar. Bayangkan, ketika harga beras di pasaran mungkin sudah menyentuh angka belasan ribu rupiah, bahkan lebih, GPM ini menawarkan alternatif yang signifikan. Ini bukan sekadar transaksi jual beli, ini adalah bentuk kepedulian. Ini adalah pernyataan bahwa negara hadir untuk rakyatnya.
Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, S.H., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, SH., menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini adalah wujud nyata upaya Polri membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ramah di kantong. Lebih dari itu, GPM ini juga merupakan bagian dari upaya Polri untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Flores Timur. Stabilitas pangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Ketika harga-harga stabil, masyarakat bisa merencanakan keuangan rumah tangga dengan lebih baik, anak-anak bisa tetap makan dengan layak, dan berbagai sektor ekonomi lainnya tidak terganggu oleh lonjakan harga yang mendadak.
Kita tahu, fluktuasi harga pangan adalah isu yang kompleks. Terkadang disebabkan oleh faktor cuaca, masalah distribusi, hingga spekulasi pasar. Badan Pangan Nasional (Bapanas) sendiri telah menempatkan GPM sebagai salah satu strategi utama untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan terjangkau. Tujuannya jelas: agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi, terutama ketika daya beli rumah tangga sedang tertekan. Dengan membawa pangan lebih dekat kepada konsumen, GPM menjadi intervensi yang efektif untuk menjaga kelancaran akses pangan di berbagai wilayah.
Di Flores Timur, inisiatif Polres ini sejalan dengan apa yang digaungkan di tingkat nasional. Ini bukan hanya tentang beras. Di berbagai daerah, GPM seringkali juga menyediakan komoditas lain seperti minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, dan telur. Semuanya dijual dengan harga yang lebih miring daripada harga pasar. Di Kota Semarang, misalnya, GPM berhasil membantu menjaga daya beli masyarakat dan menekan potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, seperti keterbatasan jangkauan distribusi dan perlunya penguatan koordinasi antar lembaga. Namun, semangat gotong royong dan kolaborasi, seperti yang ditunjukkan oleh Polres Flores Timur, menjadi kunci untuk mengatasi hambatan tersebut.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Desa Boru Kedang ini berlangsung aman dan tertib, berakhir pada pukul 14.30 WITA. Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah ton beras yang terjual, tetapi juga dari senyum lega para ibu rumah tangga yang bisa membawa pulang bahan pangan dengan harga terjangkau. Ini adalah bukti bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Lebih jauh lagi, Gerakan Pangan Murah seperti ini adalah bentuk konkret dari dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga aksesibilitas dan keterjangkauan. Ketika masyarakat mudah mengakses pangan yang bergizi dan terjangkau, mereka akan lebih sehat, lebih produktif, dan pada akhirnya, kesejahteraan mereka akan meningkat. Polres Flores Timur, dengan langkah sederhananya, telah menanamkan benih harapan di Desa Boru Kedang. Harapan akan masa depan di mana pangan yang layak bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan hak yang terpenuhi bagi setiap warga.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus digalakkan, tidak hanya oleh Polres Flores Timur, tetapi juga oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bulog, dan sektor swasta perlu terus diperkuat agar GPM dapat menjangkau lebih banyak desa, lebih banyak dusun, dan lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui program-program seperti Gerakan Pangan Murah ini akan semakin memperkuat kedekatan dan kepercayaan antara aparat penegak hukum dengan warga. Ini adalah pelayanan yang nyata, berkelanjutan, dan sangat berarti.
Source: rri.co.id
#Gerakan Pangan Murah #Polres Flores Timur #Kesejahteraan Masyarakat