Angka Pengangguran Flores Timur 2024 Hanya 3,58 Persen: Sinyal Ekonomi Membaik di Ujung Timur Nusa Tenggara

BUGALIMA - Angka itu muncul tiba-tiba di tengah keriuhan berita ekonomi nasional. Sedikit mengejutkan. Saat banyak daerah masih bergulat dengan masalah pengangguran terbuka yang tinggi. Flores Timur justru bicara lain. Persentase pengangguran terbuka di sana hanya 3,58 persen. Angka ini data terbaru yang tercatat untuk tahun 2024.

Persentase ini jauh di bawah rata-rata nasional. Ini adalah kabar baik yang harus digarisbawahi tebal-tebal. Kabar baik ini datang dari masyarakat di ujung timur Pulau Flores. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang ulet dan pekerja keras. Data ini menunjukkan ada denyut nadi ekonomi lokal yang kuat di sana. Laju penyerapan tenaga kerja berjalan cukup efektif.

Health
Gambar dari Pixabay

Coba lihat wajah para petani di Adonara dan Lembata. Lihat juga para nelayan di sepanjang pesisir Larantuka. Mereka punya kesibukan harian yang tak pernah putus. Mungkin inilah rahasia utama di balik angka rendah itu. Pekerjaan bukan hanya tersedia di kantor-kantor ber-AC. Tapi juga di lahan perkebunan dan di hamparan laut biru.

Fakta Lapangan Kerja di Ujung Timur

Data 3,58 persen ini bukanlah angka main-main. Angka rendah ini dirilis oleh sumber kredibel pusat data. Ini menjadi pembanding penting bagi banyak daerah lain. Angka ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi tidak melulu terpusat di Jawa dan Sumatera. Nusa Tenggara Timur (NTT) pun punya cerita suksesnya sendiri. Ini menunjukkan resiliensi ekonomi lokal yang patut dicontoh.

Apa yang sebenarnya membuat Flores Timur berbeda? Jawabannya ada pada basis ekonomi yang kokoh. Sektor tradisional yang mereka miliki menjadi pertahanan utama. Pertanian, perikanan, dan kelautan adalah tulang punggungnya. Sektor ini adalah jenis pekerjaan turun-temurun yang selalu ada. Krisis atau resesi global tampaknya tidak terlalu menggigit sektor dasar ini.

Ini adalah perpaduan keahlian dan pengalaman lokal. Masyarakat setempat sangat terampil dalam mengelola hasil bumi dan laut. Mereka tidak perlu pelatihan yang rumit untuk bekerja. Mereka bekerja sesuai dengan apa yang ada di sekitar mereka. Ketergantungan pada sektor formal bergaji tinggi menjadi berkurang.

Tiga Pilar Penyerapan Tenaga Kerja

Pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Di Flores Timur, komoditas seperti jambu mete dan kelapa adalah primadona. Ada juga sawah dan ladang jagung yang terus ditanami. Lahan-lahan di pegunungan tetap diolah secara maksimal. Ini menampung banyak sekali tangan yang siap bekerja setiap musim tanam.

Laut adalah halaman depan bagi masyarakat Flores Timur. Garis pantai yang panjang menghasilkan banyak ikan dan hasil laut lain. Aktivitas penangkapan dan pengolahan ikan terus berjalan sepanjang tahun. Ribuan kepala keluarga di pesisir hidup menggantungkan diri pada hasil tangkapan. Ada rantai ekonomi panjang yang bergerak dari pelabuhan kecil.

Pariwisata juga mulai merangkak naik. Kawasan destinasi religi dan alam di sana semakin dikenal. Meskipun belum masif, dampaknya terasa di ekonomi lokal. Warung-warung kecil dan penginapan sederhana mulai ramai dikunjungi. Mereka menyerap banyak tenaga kerja informal. Sektor UMKM pun bergerak dinamis seiring kunjungan wisatawan.

Tantangan dan Pekerjaan Rumah

Tentu saja, angka 3,58 persen bukan berarti nol pengangguran. Tetap ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segera. Siapa mereka yang masih menganggur? Sebagian besar adalah lulusan baru. Mereka yang pendidikannya relatif tinggi namun belum terserap pasar kerja.

Ada ketidaksesuaian antara keahlian yang dimiliki dan kebutuhan pasar. Pasar kerja Flores Timur masih sangat butuh pekerja teknis dan pengolah. Misalnya, ahli pengolahan hasil laut modern dan teknologi pertanian. Lulusan perguruan tinggi seringkali mencari pekerjaan kantoran yang terbatas. Kesenjangan ini adalah tantangan yang harus dijembatani.

Infrastruktur juga menjadi kunci pertumbuhan lebih lanjut. Kualitas jalan antarkabupaten dan konektivitas internet perlu ditingkatkan. Ini akan membuka peluang bagi sektor jasa dan digital. Sektor ini bisa tumbuh lebih cepat jika didukung fasilitas memadai. Maka penyerapan tenaga kerja pun akan menjadi lebih bervariasi.

Pemerintah daerah harus fokus pada pendidikan vokasi yang relevan. Berikan pelatihan keahlian yang langsung siap pakai. Misalnya, pelatihan pengolahan ikan modern atau menjadi pemandu wisata profesional. Ini cara jitu agar sisa angka pengangguran bisa ditekan lebih jauh. Peran otoritas pendidikan sangat penting di sini. Mereka harus mampu melihat kebutuhan pasar.

Angka 3,58 persen adalah modal berharga. Ini menunjukkan fondasi ekonomi kerakyatan sudah kuat. Sekarang tinggal bagaimana memperkokoh bangunan ekonomi itu secara keseluruhan. Flores Timur sedang menunjukkan jalannya menuju kemandirian. Bahwa kearifan lokal adalah jawaban atas masalah pengangguran. Mereka hanya perlu sedikit dorongan agar bisa berlari kencang. Ini adalah optimisme dari ujung timur Nusantara.

Source: katadata.​co.​id



#FloresTimur #TingkatPengangguranTerbuka #EkonomiNTT

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama