BUGALIMA - Laut kembali menunjukkan taringnya. Pelayaran kapal laut dari Kabupaten Lembata menuju Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa dihentikan total. Keputusan ini datang mendadak. Bukan karena hari libur, tapi karena cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan.
Agustinus Suprijanto, Kepala Syahbandar Lewoleba, mengonfirmasi penutupan ini. Katanya, tidak ada pelayaran hari ini untuk rute Lembata-Larantuka. Pelarangan ini berlaku pada hari Kamis, 22 Januari 2026. Semua demi keselamatan.
| Gambar dari Pixabay |
Ombak tinggi dan angin kencang menerjang perairan tersebut. Peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah jelas. Berlayar dalam kondisi seperti ini sama saja menantang bahaya. Syahbandar bertindak cepat.
Dampak Nyata Penutupan Jalur Laut
Penutupan jalur ini langsung terasa dampaknya. Ribuan warga yang menggantungkan hidup pada penyeberangan terjebak. Mereka adalah pedagang, aparatur sipil, dan para pekerja. Semua harus menunda urusan penting.
Rute yang dibatalkan tidak hanya Lembata-Larantuka. Kapal menuju Solor dan Adonara juga ikut terhenti. Padahal, tiga pulau ini—Lembata, Solor, dan Adonara—saling bergantung satu sama lain. Transportasi laut adalah urat nadi utama.
Di sisi Flores Timur, kebijakan "buka tutup" diterapkan. Pelaksana Harian Kantor UPP Kelas II Larantuka, Sailudin Magung, menjelaskan kondisi ini. Kapal baru diizinkan beroperasi jika gelombang tidak tinggi. Itu pun dengan pemantauan ketat.
Mereka bahkan meminta video dokumentasi saat kapal berangkat. Ini prosedur darurat. Keselamatan adalah segalanya, bisnis dan jadwal harus menunggu.
Mengapa Cuaca Begitu Parah?
Cuaca buruk yang terjadi ini bukan fenomena tunggal. NTT memang sedang berada dalam masa puncak musim hujan. BMKG telah memprediksi periode cuaca ekstrem berlangsung hingga Februari 2026.
Intensitas hujan di Flores Timur dan Lembata sangat tinggi. Angin kencang menyertai, menyebabkan gelombang di perairan naik drastis. Inilah alasan utama Syahbandar mengeluarkan larangan berlayar. Otoritas pelabuhan harus patuh pada peringatan cuaca.
Kondisi ekstrem ini juga mengganggu sektor lain. Di Larantuka, penerbangan dibatalkan. Pesawat Wings Air rute Ende-Kupang bahkan harus dialihkan. Ini menunjukkan seberapa luas dampak badai Januari ini.
Flores Timur Sudah Siaga Bencana
Pemerintah Kabupaten Flores Timur sudah jauh hari mengambil langkah. Mereka menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem. Status ini berlaku sejak 11 Desember 2025 hingga akhir April 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur, Fredy Moat Aeng, mengatakan ini adalah langkah antisipasi. Curah hujan tinggi telah memicu longsor, banjir, dan kerusakan fasilitas. Keputusan tanggap darurat memberi kewenangan gerak cepat.
Status ini penting untuk mengoptimalkan sumber daya. Perlu koordinasi lintas sektor yang kuat. Tujuannya satu: melindungi masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi.
Nasib Warga yang Menunggu
Di Pelabuhan Lewoleba, suasana tegang terasa. Para penumpang menumpuk di ruang tunggu. Mereka pasrah, tapi juga cemas. Kebutuhan di seberang sana harus segera diurus.
Salah seorang pedagang sayur dari Adonara terpaksa menunda pengirimannya. Barang dagangannya terancam rusak. Kerugian pasti ada. Tapi ia mengakui, keselamatan jauh lebih berharga.
Kapal yang melayani rute ke Larantuka, Solor, dan Adonara kini terparkir. Mereka menunggu izin berlayar lagi. Kondisi pelabuhan Ferry Larantuka juga sama. Tidak ada pelayanan penyeberangan, meski pelabuhan tetap terbuka.
Supervisor PT ASDP Cabang Larantuka, Zacharias Noya, memastikan hal itu. Mereka hanya menunda pelayanan. Pelabuhan tetap siaga jika cuaca membaik. Mereka berkoordinasi intensif dengan BMKG.
Semua mata kini tertuju pada prakiraan cuaca. Jika hujan dan angin kencang mereda, pelayaran akan dibuka kembali. Warga Lembata dan Flores Timur berharap badai ini cepat berlalu. Mereka ingin kembali beraktivitas normal.
Inilah cerita dari timur Indonesia. Di mana manusia harus tunduk pada kekuatan alam. Sebuah pengingat tentang betapa vitalnya infrastruktur laut. Dan betapa pentingnya nyawa di atas segalanya.
Source: detikcom
#CuacaEkstrem #Lembata #FloresTimur