Drama Tiga Nelayan Flotim Selamat dari Kapal Karam Dihantam Badai dan Gelombang Tinggi

BUGALIMA - Lautan punya cara sendiri memberi peringatan. Sering kali peringatan itu datang dalam bentuk badai. Kali ini terjadi di perairan Flores Timur, NTT. Kapal nelayan tenggelam diterjang gelombang tinggi.

Tiga nyawa nelayan dipertaruhkan di tengah laut. Mereka adalah Samsudin, Wawan, dan Niko. Ketiganya merupakan warga Desa Kobasoma. Mereka semua berasal dari Kecamatan Titehena, Flores Timur.

Health
Gambar dari Pixabay

Ancaman di Perairan Konga

Peristiwa nahas itu terjadi Minggu, 25 Januari 2026. Tepatnya sekitar pukul 11.55 WITA. Kapal mereka beroperasi di perairan belakang Pulau Konga. Tiba-tiba cuaca langsung memburuk.

Gelombang laut datang sangat tinggi. Badai mendadak datang dengan sangat ganas. Kondisi ekstrem ini langsung menghantam kapal mereka. Kapal nelayan itu tidak sanggup melawannya.

Kemudi kapal nelayan itu langsung patah. Kapal kemudian kehilangan kendali. Dalam sekejap, air laut mulai membanjiri badan kapal. Kapal nelayan itu langsung tenggelam.

Ini adalah cerita nyata bahaya di lautan. Sebuah risiko yang harus dihadapi setiap nelayan. Mereka melawan alam demi menghidupi keluarga.

Laporan Cepat dari Laut

Informasi awal datang dari Wawan. Dia adalah salah satu nelayan yang ada di atas kapal. Wawan dengan cepat memberi laporan tentang kapal yang tenggelam. Laporan ini segera sampai kepada pihak berwenang.

Untungnya, di area tersebut ada personel Brimob. Mereka sedang bertugas pengamanan di PT ASA Mutiara Konga. Personel Brimob itu bernama Aipda Agus Dlajar dan Brigpol Arif Rahman. Keduanya dari Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT.

Mereka langsung merespons cepat laporan tersebut. Situasi darurat ini memerlukan koordinasi segera. Mereka melapor ke pimpinan perusahaan. Bantuan evakuasi segera disiapkan.

Kecepatan respons adalah kunci. Nyawa ketiga nelayan itu bergantung pada waktu. Setiap detik sangat berharga.

Aksi Heroik Satuan Brimob

Evakuasi kemudian dilakukan secara terpadu. Ini melibatkan kerja sama banyak pihak. Ada Personel Brimob Polda NTT. Pimpinan PT ASA Mutiara Konga ikut terlibat. Karyawan perusahaan juga bahu membahu membantu.

Mereka menggunakan dua kapal perusahaan. Kapal itu adalah Kapal ASA 2 dan Kapal ASA 4. Dua kapal ini dipakai untuk menjangkau lokasi kejadian. Lokasinya yang sulit harus segera dicapai.

Cuaca masih buruk. Gelombang tinggi masih menyulitkan proses penyelamatan. Tetapi tim penyelamat tidak menyerah. Mereka mempertaruhkan keselamatan sendiri.

Dua personel Brimob ini menunjukkan keahlian dan kredibilitas. Mereka bertindak sebagai pihak yang berwenang. Tindakan cepat ini menunjukkan pengalaman mereka. Mereka tanggap dalam situasi darurat di perairan.

Tiga Nelayan Berhasil Diselamatkan

Akhirnya, tim evakuasi berhasil. Mereka mencapai lokasi kapal tenggelam. Tiga nelayan ditemukan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Ketiga nelayan itu langsung dievakuasi. Mereka dibawa ke lokasi perusahaan PT ASA Mutiara. Kapal nelayan mereka juga berhasil ditarik. Seluruhnya berhasil diamankan.

Rasa syukur pasti meliputi ketiga nelayan itu. Mereka baru saja melewati batas hidup dan mati. Sebuah momen dramatis di tengah ganasnya laut Flotim.

Peringatan bagi Nelayan Pesisir

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novik Chandra, angkat bicara. Dia menegaskan pentingnya keselamatan. Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri. Terutama Brimob Polda NTT.

Tugas Brimob adalah memberikan perlindungan. Mereka juga memberi pertolongan kepada masyarakat. Inilah esensi dari tugas kepolisian. Sebuah bentuk pengabdian kepada publik.

Kabidhumas juga menyampaikan imbauan serius. Masyarakat pesisir harus lebih waspada. Nelayan wajib memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Cuaca ekstrem menjadi ancaman serius.

Peringatan dini dari BMKG harus selalu dipantau. Gelombang tinggi adalah bahaya nyata. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai nasib Samsudin, Wawan, dan Niko terulang kembali.

Nelayan harus selalu siap dengan peralatan keselamatan. Jaket pelampung itu sangat penting. Lebih baik menunda melaut. Tunggu sampai kondisi perairan benar-benar aman.

Ini bukan sekadar berita tenggelamnya kapal. Ini adalah cerita tentang solidaritas. Cerita tentang kesiapan aparat dan perusahaan. Mereka bergerak cepat tanpa pamrih. Mereka berhasil menyelamatkan tiga nyawa manusia.

Tindakan personel Brimob patut diapresiasi. Keterlibatan perusahaan swasta juga luar biasa. Mereka memberikan contoh terbaik. Bahwa kolaborasi bisa menyelamatkan nyawa.

Source: rri.​co.​id



#FloresTimur #KapalTenggelam #EvakuasiNelayan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama