BUGALIMA - Pulau Flores Timur selalu identik dengan potensi bahari yang luar biasa. Sayang, potensi itu seringkali hanya berputar di lingkaran yang sama. Hasil melimpah tapi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bergerak lambat.
Sekarang, ada cerita baru. Cerita tentang terobosan yang terasa segar dan nyata. Ini buah dari janji 100 hari kerja pemimpin baru Flotim.
Mereka fokus pada satu hal: memutus rantai birokrasi yang membelit nelayan. Kunci utama bukan lagi pada volume tangkapan, tapi pada efisiensi pasar.
Program 100 hari itu tidak muluk-muluk. Bupati dan Wakil Bupati hanya ingin memastikan dua hal berjalan lancar. Pertama, pasokan bibit rumput laut unggul tersedia tanpa pungutan liar. Kedua, ada jaminan pembeli dengan harga yang pantas.
Ini terdengar sederhana, tapi dampaknya luar biasa di lapangan. Selama ini, para pembudidaya rumput laut sering mengeluh. Mereka terpaksa menjual dengan harga murah karena terdesak kebutuhan mendadak.
Sistem yang baru ini menjamin kemitraan langsung dengan pabrik pengolahan di luar Flotim. Pemerintah daerah menjadi fasilitator, bukan lagi regulator yang menghambat. Fungsi perbankan lokal juga didorong lebih aktif.
Mereka diminta menyediakan skema kredit mikro tanpa agunan yang rumit. Ini khusus untuk pengembangan alat tangkap dan pembelian bibit berkualitas. Kebijakan ini langsung menyentuh denyut nadi ekonomi rakyat kecil.
Apa yang terjadi kemudian? Sejumlah desa pesisir kini menunjukkan geliat baru. Produksi rumput laut jenis Eucheuma cottonii meningkat tajam. Para petani merasa dihargai dengan skema harga yang stabil.
Inilah yang disebut keberpihakan yang nyata. Pemerintah daerah melihat keahlian lokal para nelayan. Mereka hanya perlu jembatan yang kuat untuk mencapai pasar yang lebih luas.
PAD Flores Timur langsung merasakan dampak positifnya. Peningkatan ini tidak datang dari penarikan pajak baru yang memberatkan. Ia datang dari sektor riil yang diperkuat secara sistematis.
Laporan triwulan menunjukkan kenaikan PAD dari sektor perikanan mencapai 30 persen. Angka ini adalah rekor bagi Flotim dalam beberapa tahun terakhir.
Kita bicara tentang dampak human interest di sini. Bukan sekadar angka di atas kertas. Kenaikan pendapatan itu berarti anak-anak petani rumput laut bisa melanjutkan sekolah.
Itu berarti gizi keluarga membaik dan rumah-rumah mulai direnovasi. Ini adalah perputaran uang yang sehat di tingkat tapak.
Keberhasilan ini juga melahirkan kepercayaan baru kepada pemimpin daerah. Masyarakat melihat bahwa janji kampanye bisa diwujudkan. Mereka melihat program kerja bukan sekadar basa-basi politik.
Peran pemerintah kini adalah menjaga konsistensi program ini. Mereka harus memastikan agar kebijakan pro-rakyat ini berkelanjutan. Jangan sampai euforia awal meredup seiring berjalannya waktu.
Mengapa Fokus pada Perikanan?
Potensi yang Terabaikan
Flores Timur memiliki garis pantai yang panjang dan kondisi laut yang ideal. Sayangnya, infrastruktur pendukung pengolahan dan distribusi minim. Ini adalah pengalaman buruk yang coba diperbaiki.
Pemerintah daerah menyadari, otoritas mereka harus digunakan untuk melindungi produsen lokal. Bukan sebaliknya, membiarkan mereka dihisap oleh tengkulak. Pengalaman ini adalah pelajaran berharga.
Penguatan basis data nelayan menjadi prioritas utama. Setiap kapal dan pembudidaya sekarang terdaftar dengan jelas. Tujuannya adalah mempermudah akses mereka ke bantuan dan pasar.
Keputusan fokus pada perikanan adalah langkah strategis. Ini memanfaatkan keahlian turun-temurun masyarakat setempat. Sebuah langkah yang cerdas dan visioner.
Kunci Keberlanjutan Program
Integrasi Pasar dan Teknologi
Langkah selanjutnya adalah integrasi digital. Pemerintah Flotim berencana meluncurkan platform e-commerce khusus hasil laut. Platform ini akan menghubungkan produsen Flotim langsung dengan pasar nasional.
Ini adalah upaya untuk meningkatkan kredibilitas produk Flotim di mata pembeli besar. Transparansi harga menjadi kunci utama. Tidak ada lagi permainan harga yang merugikan.
Pendidikan dan pelatihan juga terus digalakkan. Nelayan dilatih cara mengolah rumput laut pascapanen agar kualitasnya tetap terjaga. Ini adalah bentuk investasi sumber daya manusia.
Keberhasilan program 100 hari ini menunjukkan satu hal penting. Perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari proyek-proyek raksasa. Ia bisa dimulai dari efisiensi yang sederhana namun tepat sasaran.
Bupati dan Wakil Bupati Flotim telah menunjukkan jalan. Yaitu jalan yang memihak pada ekonomi kerakyatan. Mereka membuktikan bahwa dengan kemauan politik yang kuat, PAD bisa didongkrak tanpa harus membebani rakyat.
Tinggal bagaimana daerah lain meniru langkah cerdas ini. Memahami potensi lokal, membuang birokrasi, dan membangun kepercayaan. Formula sukses itu kini sudah terbukti di Timur Indonesia.
Source: floresterkini.pikiran-rakyat.com
#FloresTimur #PAD #Program100Hari