Jejak Wagub NTT di Sorong: Pelantikan Angkatan Muda Adonara dan Aspirasi 17.000 Warga

BUGALIMA - Sorong selalu punya magnet tersendiri. Kota ini bukan hanya pintu gerbang Papua Barat Daya. Ia juga rumah bagi ribuan perantau dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Minggu lalu, suasana Sorong terasa lebih berwarna. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, hadir di sana. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan biasa.

Ia datang khusus untuk sebuah acara penting. Acara pelantikan pengurus Angkatan Muda Adonara (AMA).

Memperkuat Tali Persaudaraan di Bumi Papua

AMA adalah wadah penting bagi komunitas asal Pulau Adonara, Flores Timur. Organisasi ini menjadi jembatan antara tanah kelahiran dan tanah perantauan. Pelantikan kali ini digelar megah.

Lokasinya di Lapangan Bola HBM. Malam itu, Sorong menjadi saksi semangat persaudaraan. Semangat itu terpancar dari wajah para perantau.

AMA mengukuhkan kepengurusan baru untuk periode 2025–2029. Ferdinand Ama Teron dipercaya menjadi ketua. Celestino Pati Beda duduk sebagai wakil.

Wagub Johni Asadoma berdiri di tengah-tengah mereka. Ia menyampaikan pesan yang dalam. Pesan tentang persatuan dan kontribusi nyata.

Ia ingin AMA menjadi garda terdepan. Garda terdepan dalam menjaga nama baik NTT di perantauan. Juga menjadi motor penggerak pembangunan.

Pembangunan tidak hanya di Sorong, tapi juga di Adonara. Organisasi pemuda harus solid. Jangan mudah terpecah belah oleh kepentingan kecil.

Menjembatani Aspirasi Komunitas NTT di Sorong

Di sela-sela acara pelantikan, Wagub Johni Asadoma menyempatkan diri. Ia bertemu langsung dengan ribuan warga NTT. Mereka bermukim di Kota dan Kabupaten Sorong.

Jumlah mereka tidak sedikit, sekitar 17.000 jiwa. Ada satu masalah yang paling mendesak. Masalah ini sudah lama menjadi keluhan.

Itu adalah masalah transportasi laut. Warga NTT di Sorong merasa terisolasi. Akses pelayaran langsung Sorong–Kupang sudah terputus.

Dulu, jalur ini sangat vital. Jalur ini menghubungkan kedua wilayah secara langsung. Jalur itu menopang mobilitas dan perdagangan.

Wagub Johni mendengarkan dengan serius. Ia berjanji akan segera mengambil langkah. Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi.

Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Tujuannya hanya satu: jalur laut Sorong–Kupang harus dibuka kembali. Ini bukan sekadar janji. Ini kebutuhan mendesak bagi 17.000 warga.

Ia paham betul dampaknya. Terputusnya jalur ini membebani biaya logistik. Juga mempersulit warga untuk pulang kampung.

Peran Penting Diaspora dalam Pembangunan Daerah

Kehadiran Wagub di Sorong memberikan energi. Energi positif bagi komunitas Adonara dan NTT secara keseluruhan. Ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah.

Perhatian itu menjangkau warganya yang jauh di timur. Pelantikan AMA bukan hanya seremonial. Ini adalah penegasan eksistensi.

Eksistensi warga Adonara sebagai bagian penting dari NTT. Mereka harus berdaya. Mereka harus mampu bersaing di tanah orang.

Wagub menekankan pentingnya pendidikan dan keahlian. Anggota AMA didorong untuk meningkatkan kapasitas. Mereka harus menjadi profesional di bidang masing-masing.

Jangan hanya menjadi penonton. Jadilah pemain utama di Sorong. Kontribusi mereka di Sorong juga akan berdampak pada NTT.

Pengalaman hidup di perantauan adalah modal besar. Modal berupa kemandirian dan ketangguhan. Inilah yang harus dibawa pulang kelak.

Adonara dan Flores Timur menunggu. Menunggu anak-anaknya yang sukses. Menunggu kontribusi mereka untuk kemajuan kampung halaman.

Langkah politik Johni Asadoma ini cerdas. Ia mendekatkan diri pada basis massa. Ia menunjukkan kepedulian di tengah isu krusial.

Masalah transportasi laut ini harus segera tuntas. Warga NTT di Sorong mendambakan kepastian. Kepastian untuk akses yang lebih mudah dan murah.

AMA di bawah kepemimpinan baru diharapkan proaktif. Mereka harus terus menyuarakan aspirasi. Menjadi mitra pemerintah provinsi.

Kehadiran Wagub NTT di Sorong adalah pesan jelas. Pesan bahwa pemerintah provinsi hadir. Hadir untuk setiap warganya, di mana pun mereka berada.

Itu adalah bentuk otoritas yang merangkul. Sebuah kredibilitas yang dibangun dari interaksi langsung. Bukan sekadar laporan di meja birokrasi.

Pelantikan selesai, tapi pekerjaan baru dimulai. Pekerjaan menindaklanjuti janji dan harapan. Ferdinand Ama Teron dan pengurusnya kini punya tugas berat.

Tugas untuk membuktikan. Membuktikan bahwa pemuda Adonara di Sorong bisa menjadi contoh. Contoh persatuan, kemandirian, dan kontribusi.

Johni Asadoma kembali ke Kupang membawa aspirasi. Ribuan warga di Sorong kini menaruh harapan. Harapan akan terbukanya kembali jalur Sorong–Kupang.

Kita tunggu saja realisasinya. Realisasi dari janji seorang wakil kepala daerah. Janji untuk 17.000 warga yang merindukan konektivitas.

Source: lintasntt.​com



#WagubNTT #AngkatanMudaAdonara #JohniAsadoma

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama