BUGALIMA - Pemerintahan Flores Timur (Flotim) sedang menghadapi tantangan serius. Ada lima kursi jabatan Eselon II yang kini kosong melompong. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, ini menyangkut pelayanan publik.
Kekosongan jabatan ini harus segera diisi. Lima posisi strategis tersebut adalah urat nadi birokrasi daerah. Jika dibiarkan berlarut, kinerja pemerintah pasti terganggu. Program kerja yang sudah direncanakan bisa macet di tengah jalan.
| Gambar dari Pixabay |
Kursi Kosong dan Tantangan Birokrasi
Flotim butuh pemimpin definitif di posisi-posisi penting itu. Mereka adalah pembuat keputusan taktis di lapangan. Ketiadaan pejabat utama membuat tanggung jawab terbagi-bagi sementara. Itu tidak efektif.
Pegawai di bawahnya pun merasa kehilangan arah. Mereka butuh sosok yang bisa memberikan komando jelas. Stabilitas organisasi adalah kunci untuk pelayanan yang prima. Masyarakat Flotim berhak mendapatkan itu.
Kekosongan ini terjadi karena berbagai faktor. Ada yang pensiun, ada pula yang bergeser posisi. Apapun alasannya, solusinya harus cepat dan tepat. Pemerintah daerah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Tugas Berat Panitia Seleksi
Untuk mengatasi masalah ini, Panitia Seleksi (Pansel) sudah bergerak. Mereka diberi tugas berat. Pansel harus memastikan lima kursi itu diisi oleh orang terbaik. Prosesnya tidak boleh main-main.
Pansel akan segera menggelar Job Fit. Ini adalah nama lain dari Uji Kepatutan dan Kelayakan. Proses ini penting untuk menakar kemampuan calon pejabat. Mereka harus benar-benar siap memimpin.
Job Fit bukan sekadar wawancara biasa. Ini adalah ujian komprehensif. Pansel akan menilai keahlian teknis dan manajerial. Integritas dan rekam jejak juga menjadi sorotan utama.
Menguji Kompetensi Calon Pimpinan Daerah
Pansel akan melihat bagaimana pengalaman kerja calon pejabat. Apakah mereka punya kapabilitas memecahkan masalah kompleks? Tugas Eselon II adalah menjabarkan kebijakan bupati. Ini butuh pengalaman panjang.
Aspek kepemimpinan juga diuji secara mendalam. Seorang Eselon II harus punya otoritas. Mereka harus mampu menggerakkan organisasi. Tidak cukup hanya cerdas, tetapi juga harus berwibawa.
Kredibilitas adalah poin yang tidak bisa ditawar. Calon pemimpin harus terpercaya di mata publik dan internal birokrasi. Jabatan adalah amanah, bukan sekadar status. Pansel harus memastikan itu.
Pansel bekerja dengan standar yang ketat. Semua prosedur dilakukan secara transparan. Tujuannya adalah menghilangkan praktik-praktik titipan. Keputusan harus didasarkan pada profesionalitas semata.
Siapa saja yang akan mengikuti Job Fit ini? Mereka adalah pejabat Eselon III. Mereka yang selama ini sudah punya jam terbang tinggi di lingkungan Pemda Flotim. Mereka adalah kader terbaik daerah.
Mereka harus membuktikan bahwa mereka pantas naik kelas. Kenaikan pangkat ini adalah pengakuan atas dedikasi dan kinerja. Persaingan pasti ketat, sebab kursi yang diperebutkan terbatas.
Harapan pada Birokrasi Flotim yang Baru
Lima pejabat baru yang terpilih nanti harus membawa angin segar. Mereka diharapkan segera beradaptasi. Tidak ada waktu untuk belajar dari nol. Kinerja harus langsung tancap gas.
Prioritas utama mereka adalah mengefektifkan pelayanan. Mulai dari urusan administrasi hingga pembangunan infrastruktur. Masyarakat Flotim sangat menantikan hasil kerja nyata.
Kisah kekosongan ini adalah cerminan kebutuhan daerah. Kebutuhan akan birokrasi yang lincah dan responsif. Job Fit adalah pintu gerbangnya. Ini adalah janji untuk perbaikan.
Pansel harus bekerja cepat namun teliti. Mereka adalah penentu masa depan tata kelola pemerintahan Flotim. Jangan sampai salah memilih. Taruhannya adalah kemajuan daerah.
Semoga proses seleksi ini berjalan lancar. Lima pejabat baru akan segera mengisi ruang kosong itu. Dan Flotim bisa kembali berlari kencang. Ini harapan seluruh warga.
Source: nttmediaexpress.com
#FloresTimur #JobFit #Pansel