BUGALIMA - Flores Timur sedang tidak baik-baik saja. Awal tahun 2026 disambut dengan kabar kurang menyenangkan. Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang.
Sembilan anak terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Mereka harus mendapat perawatan intensif. Ini bukan sekadar angka statistik. Ini cerita nyata tentang perjuangan melawan nyamuk Aedes aegypti.
| Gambar dari Pixabay |
Ancaman Nyata di Awal Januari
Kasus ini terpusat di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anak-anak ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka. Mereka masuk rumah sakit antara tanggal 2 hingga 13 Januari 2026. Ini adalah periode yang sangat singkat.
Direktur RSUD Larantuka, Gregorius Bato Koten, membenarkan situasi ini. Sembilan anak itu berasal dari tujuh desa berbeda. Artinya, penyebarannya sudah meluas. Tidak hanya terpusat di satu wilayah saja.
Daerah yang terdampak meliputi Bungalawan, Helanlangowuyo, dan Tuwagetobi. Ada juga Sinar Hading, Honihama, Lamabelawa, dan Lewopao. Anak-anak yang dirawat rata-rata masih sangat kecil. Mereka adalah kelahiran tahun 2015 hingga 2023.
Sebagian dari mereka masih dalam perawatan. Sisanya sudah diperbolehkan pulang. Namun, kasus ini menjadi lonceng peringatan keras. Ini sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan.
Tren Kenaikan dan Data Tahun Lalu
Mengapa kasus ini selalu naik di awal tahun? Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Flores Timur, Wilhelmina Benga Ola, memberikan penjelasan. Tren kasus DBD memang cenderung meningkat saat akhir dan awal tahun. Biasanya, antara Desember hingga Maret. Musim hujan menjadi pemicu utamanya. Air menggenang, tempat nyamuk berkembang biak.
Kita tidak bisa menutup mata dari data tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, Flores Timur mencatat 100 kasus DBD. Satu orang meninggal dunia. Angka 100 kasus itu menunjukkan DBD adalah masalah kronis di wilayah ini. Puskesmas Nagi menjadi penyumbang kasus terbanyak.
Data tersebut menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Wabah ini bukan fenomena musiman biasa. Ini ancaman kesehatan masyarakat yang harus ditangani segera.
Langkah Cepat Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan Flores Timur langsung bergerak cepat. Mereka tidak mau mengambil risiko. Risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) selalu ada.
Langkah pencegahan dilakukan di desa-desa yang warganya terpapar DBD. Puskesmas menjadi ujung tombak. Mereka harus memastikan masyarakat mendapatkan informasi dan bantuan.
Tindakan konkret yang dilakukan adalah pembagian bubuk Abate. Bubuk ini disebarkan melalui puskesmas. Tujuannya adalah membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air. Ini upaya yang sangat mendasar dan penting.
Selain itu, juga dilakukan fogging atau pengasapan. Area pengasapan dibatasi, hanya di radius 100 meter dari rumah pasien. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Itu sebabnya pencegahan jentik lebih krusial.
Peran Masyarakat dan Gerakan 3M Plus
Semua upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa partisipasi masyarakat. Inilah inti dari pencegahan DBD. Ini bukan hanya tugas petugas kesehatan. Ini tanggung jawab kita bersama.
Dinas Kesehatan gencar mengimbau gerakan 3M plus. Ini adalah kunci sederhana untuk memutus rantai penularan. 3M berarti Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang.
Menguras tempat penampungan air adalah langkah pertama. Bak mandi, ember, atau vas bunga harus dikuras minimal seminggu sekali. Menutup rapat semua wadah air juga penting. Ini mencegah nyamuk bertelur di sana.
Terakhir adalah Mendaur Ulang barang bekas. Benda-benda seperti ban bekas, kaleng, dan botol bisa menampung air hujan. Nyamuk senang sekali di tempat seperti itu.
"Plus"-nya mencakup beberapa hal tambahan. Misalnya, menggunakan obat nyamuk. Tidur menggunakan kelambu. Memelihara ikan pemakan jentik. Atau menanam tanaman pengusir nyamuk.
Larantuka harus waspada. Angin kencang beberapa hari sebelumnya mungkin juga membawa dampak. Lingkungan yang kotor dan genangan air setelah badai adalah undangan terbuka bagi nyamuk.
Penyebaran sembilan kasus ini adalah peringatan yang mahal. Jangan biarkan anak-anak lain menjadi korban. Jaga kebersihan lingkungan. Ambil langkah pencegahan. Mari putus rantai DBD. Keselamatan anak-anak kita adalah yang utama.
Source: detik.com
#DBD #FloresTimur #KesehatanAnak