BUGALIMA - Semangat baru membuncah di jantung Flores Timur. Kabar gembira datang dari 19 desa dan kelurahan yang kini secara serentak memulai pembangunan gerai Koperasi Merah Putih. Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan sebuah tonggak sejarah yang menandai upaya penguatan ekonomi kerakyatan secara masif di wilayah yang kaya akan potensi ini. Dandim 1624/Flores Timur, Letkol Inf Erly Merlian, memimpin langsung pemantauan dan survei di berbagai lokasi, memastikan bahwa program strategis nasional ini berjalan sesuai rencana.
Gelora Pembangunan: Gerai Koperasi Merah Putih Tumbuh di 19 Lokasi
| Gambar dari Pixabay |
Progres pembangunan gerai Koperasi Merah Putih kini terlihat nyata di 19 desa dan kelurahan di Flores Timur. Sebanyak 16 gerai sedang dalam pengerjaan di daratan Flores Timur, sementara 3 lainnya menyusul di Pulau Solor. Meski di Pulau Adonara belum ada titik pembangunan, optimisme tetap tinggi. Komitmen TNI melalui Kodim 1624/Flores Timur dalam pengawasan dan keterlibatan langsung dalam pembangunan bersama masyarakat menjadi kunci percepatan. Dandim Erly Merlian menekankan pentingnya kesiapan lahan sebagai fondasi utama sebelum pengerjaan fisik dimulai, memastikan agar pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar.
Larantuka dan Lewolema Jadi Percontohan
Beberapa desa menjadi garda terdepan dalam pembangunan ini. Desa Mokantarak di Kecamatan Larantuka dan Desa Riangkemie di Kecamatan Lewolema menjadi salah satu lokasi yang dipantau langsung oleh Dandim. Keterlibatan pemerintah daerah melalui dinas teknis yang menyiapkan model bisnis, berpadu dengan Kodim yang memastikan infrastruktur fisik terbangun, menciptakan sinergi yang kuat. Targetnya jelas: memperkuat kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat desa, mengentaskan kemiskinan, dan mewujudkan ketahanan pangan.
Visi Ekonomi Kerakyatan: Lebih dari Sekadar Gerai Fisik
Pembangunan Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian integral dari program penguatan ekonomi kerakyatan nasional yang dicanangkan pemerintah. Tujuannya jauh melampaui sekadar mendirikan bangunan. Gerai ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberdayakan masyarakat desa.
Outlet Sembako Murah dan Pusat Logistik Pertanian
Melalui kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI, pembangunan gerai ini menyasar 250 desa dan kelurahan di Flores Timur. Gerai ini akan difungsikan ganda: sebagai outlet penyedia sembako murah bagi masyarakat dan sebagai pusat logistik untuk menampung serta memasarkan hasil pertanian warga. Langkah ini diharapkan dapat memutus mata rantai tengkulak dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para petani.
#### Mengatasi Tantangan Sumber Daya Manusia
Meskipun pembangunan fisik berjalan lancar, tantangan terkait Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi perhatian. Beberapa Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Flores Timur dilaporkan masih belum beroperasi optimal karena kendala SDM. Namun, dengan adanya sarana fisik yang mulai terbangun, diharapkan para pengurus koperasi terpacu untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas mereka. Pemerintah daerah, melalui dinas terkait, terus berupaya memberikan pendampingan dan pelatihan untuk mengatasi kesenjangan SDM ini.
Harapan Baru untuk Flores Timur
Langkah percepatan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih ini membawa harapan baru bagi kemandirian ekonomi desa di ujung timur Pulau Flores. Dengan target pembangunan fisik yang dikejar hingga Maret 2026, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini akan menjadi bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan dapat bangkit dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Source: https://nttexpress.co.id/19-desa-kelurahan-di-flores-timur-mulai-bangun-gerai-koperasi-merah-putih/
#KoperasiMerahPutih #FloresTimur #EkonomiKerakyatan