Banjir Lahar Gunung Lewotobi Lumpuhkan Flores Timur: Akses 7 Desa Terputus Total!

BUGALIMA - Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Lewotobi Laki-laki pada Selasa (3/3/2026) lalu, telah memicu banjir lahar dingin yang dahsyat. Material vulkanik berupa batu, kerikil, dan lumpur pekat menyapu bersih badan jalan di Desa Nurabelen, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Akibatnya, akses menuju tujuh desa terputus total, melumpuhkan aktivitas warga dan roda perekonomian di wilayah tersebut.

Ketujuh desa yang kini terisolasi adalah Desa Nurabelen, Desa Riangrita, Desa Lewotobi, Desa Persiapan Lewouran, Desa Lewo Awang, Desa Riang Baring, dan Desa Watobuku. Jalan satu-satunya yang menghubungkan ketujuh desa ini kini tertimbun material lahar setebal puluhan sentimeter, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tak bisa melintas. Situasi ini sontak membuat warga yang hendak beraktivitas, termasuk para tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Ilebura, terpaksa menghentikan perjalanan mereka.

Nokia Phone
Gambar dari Pixabay

"Untuk sementara, akses warga lumpuh total, lumpur dan batu berukuran besar menutupi badan jalan," ujar Yohanes Bada Puka, Babinsa Kecamatan Wulanggitang, pada Rabu (4/3/2026). Ia menambahkan bahwa sejak Selasa kemarin, warga yang ingin menuju Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, harus menunda rencana mereka. Keparahan dampak banjir lahar ini menggarisbawahi betapa rentannya wilayah Flores Timur terhadap ancaman bencana vulkanik.

Ancaman Berulang dari Gunung Lewotobi

Gunung Lewotobi Laki-laki memang telah menunjukkan peningkatan aktivitasnya dalam beberapa waktu terakhir. Badan Geologi sendiri telah berulang kali mengeluarkan peringatan terkait aktivitas gunung api ini. Pada Desember 2025, banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-laki juga sempat menghambat jalan lintas Maumere-Larantuka. Saat itu, lumpur setebal 40 cm menimbun satu rumah di Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, serta merusak tiga rumah lainnya di Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura. Tak hanya itu, jaringan listrik di Desa Dulipali juga terputus akibat robohnya beberapa tiang listrik.

Bahkan, pada November 2024, sempat disiapkan jalur evakuasi untuk mengantisipasi banjir lahar dingin yang lebih parah. Kepala Basarnas saat itu, Marsekal Madya TNI Kusworo, menyatakan bahwa tumpukan partikel vulkanik berpotensi menimbulkan lahar dingin saat musim hujan tiba. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman banjir lahar dari Gunung Lewotobi Laki-laki bukanlah kejadian yang baru, melainkan sebuah siklus yang perlu diwaspadai secara terus-menerus.

Dampak Luas dan Kerugian Material

Selain melumpuhkan akses transportasi, banjir lahar dingin ini juga menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Tiga rumah di Desa Dulipali dilaporkan mengalami rusak berat, sementara satu rumah di Desa Klatanlo tertimbun lumpur setinggi 40 cm. Jaringan listrik yang terputus di Desa Dulipali akibat robohnya tiang listrik juga menambah daftar panjang kerugian akibat bencana ini.

Di luar kerusakan fisik, lumpuhnya akses jalan juga berdampak pada terhentinya aktivitas ekonomi masyarakat. Petani tidak dapat mengangkut hasil panen mereka, pedagang kesulitan mendistribusikan barang, dan aktivitas perekonomian lainnya terhenti. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar lagi bagi masyarakat Flores Timur.

Upaya Penanganan dan Antisipasi

Menanggapi kondisi darurat ini, pihak berwenang segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan material lahar dari badan jalan. Personel Polsek Wulanggitang bersama anggota Koramil dan masyarakat setempat juga turut serta dalam upaya pembersihan manual sembari menunggu alat berat tiba. Koordinasi antara Polres Flores Timur dan Pemerintah Daerah terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif.

Namun, di tengah upaya penanganan, kewaspadaan tetap menjadi kunci. Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi banjir lahar dingin susulan masih bisa terjadi. Ia bahkan menegaskan bahwa jika cuaca kembali ekstrem, penutupan sementara jalur mungkin akan dilakukan demi keselamatan bersama.

Status Gunung Lewotobi Tetap Waspada

Meskipun terjadi banjir lahar dingin yang cukup parah, status Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung atau wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan berhati-hati terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.

Selain ancaman material vulkanik, Badan Geologi juga mengingatkan adanya potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama jika terjadi hujan lebat. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Kejadian banjir lahar dingin ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah yang aktif secara geologis seperti Flores Timur. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya sangat dibutuhkan untuk mitigasi risiko dan pemulihan pasca-bencana.

Source: Kompas.com



#BanjirLahar #GunungLewotobi #FloresTimur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama