BUGALIMA - Larantuka bergolak. Bukan oleh amarah manusia, melainkan oleh amukan laut. Senin pagi, 9 Maret 2026, Selat Larantuka menjadi saksi bisu keganasan cuaca. Angin menderu, ombak menggunung, dan sebuah kapal penyeberangan, KM Tanjung Harapan 3, takluk di hadapan badai. Namun, di tengah kepanikan itu, hadir secercah harapan dari kesigapan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur. Dua nyawa berhasil diselamatkan, sebuah bukti nyata bahwa di balik seragam cokelat itu, ada keberanian dan dedikasi yang tak terukur.
Kronologi Kejadian: Amukan Badai di Larantuka
Semua bermula sekitar pukul 08.10 Wita. Dermaga Pelni Larantuka diserbu angin kencang dan gelombang tinggi. Kapal-kapal yang tengah sandar pun berupaya mencari tempat aman. Di tengah kekacauan itu, KM Tanjung Harapan 3, yang melayani rute Larantuka menuju Tabulota, juga bergerak. Kapal ini belum sempat mengangkut penumpang, hanya membawa dua unit sepeda motor milik kru. Tujuannya adalah Pelabuhan Tobilota di Adonara, mencari perlindungan dari badai.
#### Detik-Detik Mencekam
Namun, takdir berkata lain. Sekitar pukul 08.45 Wita, kapal nahas itu dihantam gelombang besar. Air laut menyapu dek, perlahan namun pasti menenggelamkan kapal di perairan Selat Larantuka. Sebuah pemandangan mengerikan, di mana kekuatan alam begitu nyata diperlihatkan.
Kesigapan Polairud Polda NTT: Pahlawan di Laut Lepas
Beruntung, di tengah musibah ini, ada mata yang awas dan hati yang sigap. Personel Marinir Polisi (Marnit) Flores Timur, yang sedang piket, melihat kondisi darurat kapal melalui teropong sekitar pukul 09.00 Wita. Tanpa menunggu instruksi lebih lanjut, tim Ditpolairud langsung bergerak.
#### Evakuasi Cepat dan Tepat
Kapal patroli segera meluncur menuju titik kejadian. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mencapai KM Tanjung Harapan 3 yang tengah tenggelam. Dua kru kapal, yang tercatat sebagai nahkoda Kornelis Kopong (54) dan anak buah kapal (ABK) Eman Hayon (24), berhasil dievakuasi. Keduanya dibawa ke Dermaga Tobilota dalam kondisi selamat, meski mungkin terguncang oleh pengalaman mengerikan itu.
Dampak dan Imbauan
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan cerita tentang keberanian, tetapi juga kerugian material yang ditaksir mencapai Rp250 juta. Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, dalam pernyataannya menekankan pentingnya keselamatan pelayaran. Ia mengimbau masyarakat pesisir dan operator kapal untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan mengutamakan keselamatan di atas segalanya.
#### Pelajaran Berharga dari Laut
Kejadian tenggelamnya KM Tanjung Harapan 3 menjadi pengingat pahit tentang betapa kuatnya alam. Namun, di sisi lain, ini juga menjadi bukti keandalan dan profesionalisme Polairud Polda NTT. Tindakan cepat dan sigap mereka menyelamatkan dua nyawa adalah inspirasi, menunjukkan bahwa di saat-saat tergelap, selalu ada pihak yang siap berjibaku demi kemanusiaan.
Source: ANTARA News Kupang * (Isi)
#PolairudNTT #KapalTenggelamLarantuka #KorbanSelamat(Isi)