BUGALIMA - Larantuka, sebuah kota di ujung timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Tenggara, kembali menjadi magnet spiritual bagi ribuan peziarah dari seluruh penjuru negeri, bahkan mancanegara. Semana Santa, perayaan Pekan Suci Paskah yang sarat dengan tradisi dan kekhusyukan, berlangsung dengan jaminan keamanan maksimal. Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., secara langsung memastikan bahwa seluruh rangkaian ibadah akan berjalan aman, tertib, dan khidmat. Ini bukan sekadar pernyataan, tetapi bukti komitmen Polda NTT dalam mengawal tradisi yang telah berusia ratusan tahun ini.
Jaminan Keamanan dari Jajaran Kepolisian
| Gambar dari Pixabay |
Polda NTT mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan perayaan Semana Santa di Larantuka. Sebanyak 3.227 personel, terdiri dari 1.319 personel Polri dan 1.908 personel dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, serta pemuda lintas agama, disiagakan. Di Larantuka sendiri, 985 personel difokuskan untuk mengamankan pusat kegiatan utama, baik prosesi darat maupun laut. Operasi ini berlangsung selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 April 2026, mencakup 1.113 gereja serta jalur prosesi di wilayah Flores Timur dan Kota Kupang. Sebanyak 85 pos pengamanan, termasuk Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu, didirikan untuk mendukung kelancaran kegiatan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kapolda NTT menegaskan bahwa pengamanan ini dilakukan dengan pendekatan humanis melalui konsep 'Polisi Penuh Kasih', agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tetap khidmat.
#### Pendekatan Humanis dalam Pengamanan
Pendekatan humanis ini terlihat jelas dalam setiap langkah pengamanan. Personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan yang bersahabat dan penuh empati, terutama kepada para peziarah yang datang dari berbagai latar belakang. Kapolda ingin memastikan kehadiran anggotanya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para peziarah, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman selama prosesi berlangsung. Kombes Pol. Henry Novika Chandra, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, menambahkan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan, mulai dari pengamanan berlapis di gereja, patroli bahari oleh Ditpolairud, hingga penyediaan layanan kesehatan di setiap pos.
Sejarah dan Makna Semana Santa
Semana Santa di Larantuka bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga warisan budaya yang hidup sejak abad ke-16. Tradisi ini berakar dari pengaruh Portugis yang kuat di Larantuka, yang bahkan membuatnya dijuluki sebagai "Kota Reinha" (kota yang diberkati Maria). Kata "Semana Santa" berasal dari Bahasa Portugis yang berarti "pekan suci", yang dimulai dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah. Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, senantiasa mengingatkan umat dan peziarah untuk mengikuti seluruh rangkaian Semana Santa, tidak hanya pada Jumat Agung, tetapi hingga Minggu Paskah, untuk memaknai kebangkitan Tuhan.
#### Tradisi Unik dan Kekayaan Budaya
Prosesi Semana Santa di Larantuka merupakan salah satu perayaan Paskah paling unik di Asia Tenggara, memadukan iman Katolik dengan warisan budaya setempat. Tradisi ini telah menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, menggeliatkan ekonomi dan pariwisata di Flores Timur. Kehadiran ribuan peziarah ini disambut dengan pengamanan maksimal, memastikan setiap ritual berjalan lancar dan khidmat.
Peran Tokoh Adat dan Lintas Agama
Komitmen Polri dalam menghormati tradisi religius ini juga ditunjukkan melalui pertemuan Kapolda NTT dengan Raja Larantuka, Don Andre Martinus Diaz Viera de Godhino. Pertemuan ini menjadi simbol eratnya hubungan antara Polri dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kelestarian tradisi religius di Flores Timur. Keterlibatan pemuda lintas agama, seperti OMK dan Pemuda GMIT, dalam pengamanan juga mencerminkan semangat toleransi yang kuat di Flores Timur, menjadi simbol persaudaraan yang memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat lokal.
Semua upaya ini dilakukan demi memastikan bahwa Semana Santa di Larantuka, sebuah perayaan sakral dengan nilai religius dan budaya yang tinggi, dapat terus berjalan aman, tertib, dan khidmat bagi seluruh umat dan peziarah.
* Source: ANTARA News Kupang
#SemanaSantaLarantuka #KapoldaNTT #PengamananPaskah