BUGALIMA - Suasana khidmat menjelang perayaan Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, semakin terasa. Namun, di balik kemegahan tradisi yang telah berusia ratusan tahun ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur turut menyuarakan pesan pentingnya menjaga toleransi dan keamanan. Seruan ini bukan tanpa alasan, mengingat Larantuka dikenal sebagai destinasi wisata rohani yang menarik ribuan peziarah, baik dari dalam maupun luar negeri, setiap tahunnya.
Menjaga Warisan Budaya dan Spiritualitas
Semana Santa di Larantuka adalah sebuah warisan budaya dan spiritualitas yang tak ternilai harganya. Tradisi ini telah mengakar kuat sejak abad ke-16, menjadikannya salah satu perayaan keagamaan tertua di Nusantara. Keunikannya tidak hanya terletak pada ritual-ritual sakralnya, tetapi juga pada semangat kerukunan antarumat beragama yang terpancar di tengah masyarakat Flores Timur. MUI Flores Timur, melaluiKetua MUI Kabupaten Flores Timur, Drs. Bakir Doni Pulo, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur ini agar perayaan dapat berjalan lancar dan penuh makna. Pesan ini juga digaungkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Flores Timur, menunjukkan adanya sinergi antarlembaga keagamaan dalam menjaga harmoni sosial.
Dukungan Penuh dari Aparat Keamanan
Untuk memastikan kelancaran perayaan, aparat keamanan dari Polda Nusa Tenggara Timur telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Operasi Turangga 2026 mengerahkan 985 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta organisasi kepemudaan lintas agama. Pengamanan ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan empati kepada para peziarah. Rekayasa lalu lintas pun diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan keselamatan seluruh peserta, baik dalam prosesi darat maupun laut.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Meskipun aparat keamanan telah disiagakan, MUI Flores Timur menekankan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban selama Pekan Suci tidak hanya berada di pundak aparat. Seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali, diharapkan turut berperan aktif. Hal ini sejalan dengan predikisi bahwa Larantuka akan didatangi sekitar 30 ribu peziarah pada Semana Santa 2026. Kehadiran peziarah yang begitu banyak menuntut kesadaran kolektif untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan penuh toleransi.
Simbol Kerukunan yang Mendunia
Flores Timur memang dikenal sebagai wilayah dengan nilai toleransi kerukunan beragama yang sangat tinggi. Keterlibatan pemuda lintas agama dalam pengamanan, seperti OMK dan Pemuda GMIT, menjadi bukti nyata semangat persaudaraan yang kuat. MUI berharap agar kondisi harmonis ini dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan, menjadikan Semana Santa Larantuka tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai simbol kerukunan yang mampu menarik perhatian nasional hingga internasional.
Meskipun persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, seperti pendaftaran peziarah yang sudah dimulai sejak Maret 2026, dan even ini akan berlangsung dari 29 Maret hingga 5 April 2026, ajakan MUI ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk berkontribusi dalam menjaga kelancaran dan kekhusyukan perayaan Semana Santa Larantuka 2026.
Source: flores.tribunnews.com
#SemanaSantaLarantuka #Toleransi #Keamanan