BUGALIMA - Tanah Flores, Nusa Tenggara Timur, kembali bergetar oleh aksi dahsyat alam. Gunung Lewotobi Laki-Laki, salah satu gunung berapi paling aktif di wilayah ini, dilaporkan erupsi pada Kamis pagi, 4 Juni 2026. Asap dan abu vulkanik membubung tinggi, menyelimuti langit sekitar 800 meter di atas puncak gunung, menciptakan pemandangan yang sekaligus menakjubkan sekaligus mengkhawatirkan.
Kejadian ini terekam jelas oleh Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Laporan dari petugas, Herman Yosef S Mboro, menyebutkan bahwa erupsi terjadi sekitar pukul 10.34 WITA. Getaran letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 3 menit 57 detik. Kolom abu yang membumbung tinggi teramati berwarna kelabu pekat, dengan arah condong ke barat daya dan barat. Tingkat ketinggian erupsi mencapai sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut.
| Sumber: Pixabay |
Ini bukanlah kali pertama Gunung Lewotobi Laki-Laki menunjukkan amarahnya dalam beberapa waktu terakhir. Status gunung ini masih berada pada Level III atau Siaga, sebuah peringatan bagi masyarakat dan pihak terkait untuk tetap waspada. Rekomendasi keselamatan pun telah dikeluarkan: aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi benar-benar dilarang, baik bagi masyarakat sekitar maupun bagi para pengunjung dan wisatawan yang mungkin berniat menjelajahi keindahan alam Flores. Ketenangan dan kepatuhan terhadap arahan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi ini.
Gunung Berapi Aktif yang Tak Pernah Tidur
Gunung Lewotobi Laki-Laki, yang memiliki ketinggian sekitar 1.584 meter di atas permukaan laut, memang dikenal sebagai gunung api yang aktif. Sejarah mencatat berbagai aktivitas erupsi yang pernah terjadi, menegaskan posisinya sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga keseimbangan geologi di Flores. Aktivitas yang terus menerus ini menjadi pengingat akan kekuatan alam yang luar biasa yang bersemayam di bawah permukaan bumi.
Rekomendasi Keselamatan: Kunci Menghadapi Erupsi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT dan Satlak Penanggulangan Bencana (PB) setempat terus berkoordinasi untuk memberikan informasi terkini dan terakurat mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Rekomendasi yang diberikan sangat jelas dan harus dipatuhi demi keselamatan bersama: * Radius Aman: Dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Ini berlaku untuk semua orang, baik penduduk lokal maupun wisatawan. * Masker dan Pelindung Pernapasan: Bagi masyarakat yang mungkin terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat dianjurkan untuk melindungi sistem pernapasan dari partikel abu vulkanik. * Tetap Tenang dan Percaya Informasi Resmi: Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah percaya pada isu atau informasi yang belum jelas sumbernya. Selalu ikuti arahan dan informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dan pihak berwenang. * Waspada Lahar Hujan: Perlu juga diwaspadai potensi banjir lahar hujan yang dapat terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di kawasan gunung, terutama saat curah hujan tinggi. Wilayah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote perlu meningkatkan kewaspadaan.
Dampak dan Mitigasi
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki kali ini, seperti sebelumnya, membawa potensi dampak signifikan terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat. Hujan abu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara, aktivitas pertanian, dan transportasi. Pihak berwenang terus berupaya meminimalkan dampak negatif tersebut melalui berbagai upaya mitigasi, termasuk pemantauan terus-menerus dan penyebaran informasi kepada masyarakat.
Kejadian ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya menghormati kekuatan alam dan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Flores, dengan keindahan alamnya yang luar biasa, juga menyimpan potensi bahaya geologis yang harus selalu diwaspadai. Dengan kewaspadaan, informasi yang tepat, dan kerjasama yang baik, kita dapat menghadapi fenomena alam seperti erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dengan lebih baik.
Source: ANTARA News
#Gunung Lewotobi Laki-Laki #Erupsi Gunung Api #Flores NTT