ETMC XXXV Flores Timur: Turnamen Bergengsi Tetap Digelar 14 November, Pendaftaran Dibuka

BUGALIMA - Kabar gembira bagi para pecinta sepak bola di Nusa Tenggara Timur (NTT)! El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV tahun 2026, turnamen sepak bola paling bergengsi di provinsi ini, dipastikan tetap akan digelar sesuai jadwal semula, yaitu pada tanggal 14 November 2026. Keputusan ini sekaligus menganulir rencana penundaan yang sempat mengemuka, yang tadinya dijadwalkan ulang ke Maret 2027. Kepastian ini didapat setelah Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, bersama panitia pelaksana menggelar pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI NTT, Christian Mboeik, di Kupang pada Senin, 26 Oktober 2026.

Keputusan untuk tetap menggelar ETMC XXXV pada tanggal 14 November 2026 ini disambut baik oleh berbagai pihak. Panitia Pelaksana ETMC XXXV menegaskan bahwa Kabupaten Flores Timur siap menjadi tuan rumah. Dari sisi teknis dan sarana prasarana, persiapan disebut telah mencapai sekitar 80 persen. Dua stadion telah disiapkan sebagai venue utama pertandingan: Stadion Ile Mandiri di Larantuka dan Lapangan Gawerato di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri. Sebelumnya, sempat ada polemik terkait venue, namun kini fokus panitia adalah memastikan kedua lokasi tersebut siap digunakan.

Sumber: Pixabay

Perjalanan Menuju Kepastian: Antara Penundaan dan Tekad

Perjalanan menuju kepastian jadwal ETMC XXXV ini memang tidak mulus. Sempat muncul kabar penundaan hingga Maret 2027, yang disebut-sebut disebabkan oleh perubahan regulasi Liga 4 musim kompetisi 2026/2027 oleh PSSI Pusat. Namun, semangat panitia pelaksana dan pemerintah daerah Flores Timur tak surut. Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXV, Laurensius Yitno Wada, secara tegas menolak penundaan tersebut. Ia berargumen bahwa persiapan telah berjalan lebih dari empat bulan, dan penundaan tiga minggu sebelum *kick-off* dianggap tidak adil.

Pendekatan proaktif Bupati Flores Timur dan jajarannya dalam berdialog dengan PSSI NTT menjadi kunci keberhasilan mempertahankan jadwal awal. Pertemuan yang menghasilkan keputusan final ini menunjukkan betapa seriusnya Flores Timur mempersiapkan diri sebagai tuan rumah. Ini bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan sebuah hajatan besar bagi seluruh masyarakat NTT.

Pendaftaran Tim Peserta Dibuka Lebar

Dengan kepastian jadwal, pintu pendaftaran tim peserta kini telah dibuka. Berdasarkan informasi yang ada, setidaknya 25 klub telah menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi. Panitia berharap semakin banyak tim yang mendaftar untuk meramaikan turnamen ini. Pendaftaran yang dibuka memberikan kesempatan bagi klub-klub dari seluruh NTT untuk unjuk gigi dan bersaing memperebutkan gelar juara.

Tim-tim peserta yang telah mengeluarkan biaya dan sumber daya untuk seleksi pemain, pemusatan latihan, hingga perekrutan pemain, kini dapat bernapas lega. Dukungan dari mayoritas klub peserta yang menginginkan ETMC XXXV tetap dilaksanakan sesuai jadwal awal menjadi salah satu pertimbangan penting bagi panitia dalam memperjuangkan keputusan ini.

Persiapan Matang di Bumi Nagi

Flores Timur, yang kali terakhir menjadi tuan rumah ETMC pada tahun 1970, kini bersiap kembali menyambut ajang sepak bola akbar ini setelah 56 tahun berlalu. Keputusan menjadi tuan rumah ini tidak diambil secara gegabah. Pemerintah daerah telah mempertimbangkan berbagai kondisi, termasuk potensi bencana alam seperti erupsi Gunung Lewotobi, banjir, dan gempa bumi, serta efisiensi anggaran. Namun, tekad untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola NTT lebih besar.

Persiapan yang telah berjalan lebih dari empat bulan ini mencakup berbagai aspek. Selain venue pertandingan, panitia juga menyiapkan terobosan baru dalam penjualan tiket menggunakan sistem *barcode* bekerja sama dengan Bank NTT. Sebanyak 30 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga akan disediakan untuk meramaikan suasana dan memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Venue Pertandingan: Dua Stadion Jadi Primadona

Setelah sempat ada beberapa opsi, panitia pelaksana ETMC XXXV Flores Timur 2026 akhirnya memfokuskan pertandingan di dua venue utama: Stadion Ile Mandiri di Larantuka dan Lapangan Gawerato di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri. Keputusan ini diambil setelah Stadion Ape Buan dipastikan tidak dapat digunakan.

Untuk mengoptimalkan jadwal kompetisi, panitia mewacanakan adanya pertandingan malam hari di Stadion Ile Mandiri, yang akan didukung dengan sistem penerangan yang memadai. Pembenahan fasilitas pendukung seperti pemasangan jaring gawang, penyediaan bangku pemain, sistem penerangan, serta penataan area penonton dan parkir terus dimatangkan.

Semangat Kebersamaan dan Harapan

ETMC XXXV di Flores Timur bukan hanya tentang kompetisi sepak bola, tetapi juga tentang semangat kebersamaan dan kebangkitan olahraga di NTT. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, diharapkan turnamen ini dapat berjalan lancar, sukses, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh kontingen, serta menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Flores Timur membuktikan kesiapannya untuk kembali menjadi tuan rumah yang ramah dan menyelenggarakan salah satu ajang olahraga terpenting di provinsi ini dengan gemilang.

Source: https://www.afbtvkupang.com/2026/10/26/etmc-xxxv-tetap-digelar-14-november-di-flores-timur-pendaftaran-tim-peserta-dibuka/



#ETMC XXXV #Flores Timur #Sepak Bola NTT

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama