Jumat Keliling Kapolres Flores Timur di Masjid As Syuhada: Merajut Kerukunan Umat

BUGALIMA - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang acapkali menyisakan gesekan antar sesama, ada secercah harapan yang dipancarkan dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Jumat, 23 Oktober 2026, menjadi saksi bisu sebuah inisiatif damai yang digagas oleh Polres Flores Timur. Melalui program "Jumat Keliling", Kapolres Flores Timur, AKBP I Gede Putra Yase, S.H., beserta jajarannya, menyambangi Masjid As Syuhada di Kelurahan Ekasapta. Bukan sekadar kunjungan rutinitas, melainkan sebuah gerakan tulus untuk merajut kembali benang-benang kerukunan di antara jamaah dan masyarakat luas.

Kegiatan ini, yang juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 100 Hari Kapolri, sejatinya adalah perwujudan nyata dari upaya kepolisian untuk lebih dekat dengan rakyat. Di era digital yang serba cepat ini, di mana informasi menyebar bak kilat, terkadang disusupi hoaks dan provokasi yang mengancam persatuan, kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, terutama di tempat-tempat ibadah seperti Masjid As Syuhada, menjadi sangat krusial. Masjid As Syuhada sendiri merupakan salah satu masjid bersejarah di Larantuka, yang telah berdiri sejak tahun 1934, menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi umat Islam di sana. Keberadaannya di Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, menjadikannya titik strategis untuk menyebarkan pesan-pesan kedamaian dan keamanan.

Sumber: Pixabay

Momentum Silaturahmi dan Pesan Kamtibmas

Dipimpin oleh Kasat Binmas AKP Atam Iksanmudin, kegiatan Jumat Keliling ini bukan hanya tentang ibadah salat Jumat semata. Lebih dari itu, momen ini dimanfaatkan Kapolres AKBP I Gede Putra Yase untuk bertatap muka langsung dengan jamaah, tokoh agama, dan takmir masjid. Melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, S.H., Kapolres menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan memperkuat toleransi. Pesan ini sangat relevan di Kabupaten Flores Timur yang dikenal sebagai daerah dengan kerukunan antarumat beragama yang sangat baik. Namun, seperti di mana pun, kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan perpecahan selalu diperlukan.

Kapolres Gede Putra Yase mengingatkan jamaah agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah. Di era informasi saat ini, di mana konten negatif dapat dengan mudah menyebar, masyarakat dituntut untuk lebih cerdas dalam menyaring informasi. Beliau secara tegas mengajak untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin, tanpa menimbulkan perselisihan yang dapat merusak tatanan sosial. Jika menemukan indikasi tindak pidana atau gangguan keamanan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Langkah proaktif dari masyarakat ini sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Memperkuat Sinergi, Membangun Harmoni

Program Jumat Keliling ini merupakan wujud nyata dari paradigma baru kepolisian yang tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Dengan hadir di masjid, mendengarkan aspirasi, dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung, Polres Flores Timur berupaya membangun kepercayaan dan sinergi yang lebih kuat. Sinergi ini adalah kunci utama dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai, di mana setiap elemen masyarakat merasa aman dan terlindungi.

Sebelumnya, AKBP Adhitya Octorio Putra juga telah gencar melakukan berbagai kegiatan untuk menjaga kamtibmas di Flores Timur, termasuk menekankan disiplin dan loyalitas personel. Kini, di bawah kepemimpinan AKBP I Gede Putra Yase, yang sebelumnya menjabat sebagai Kaur Binopsnal Ditpolairud Polda NTT, semangat kebersamaan dan pelayanan masyarakat terus digelorakan. Serah terima jabatan Kapolres Flores Timur sendiri baru saja dilaksanakan pada 29 Juli 2026, di mana AKBP Gede Putra Yase menggantikan AKBP Adhitya Octorio Putra yang pindah tugas ke Polres Kupang. Semangat kepemimpinan baru ini diharapkan dapat semakin memperkuat jalinan antara kepolisian dan masyarakat.

Kunjungan ke Masjid As Syuhada ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Flores Timur untuk terus mempererat silaturahmi. Komunikasi yang baik antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat adalah fondasi penting untuk menjaga kerukunan. Dengan terjalinnya komunikasi yang efektif, berbagai potensi masalah dapat diidentifikasi dan diatasi sejak dini, sebelum membesar dan mengancam keharmonisan.

Larantuka: Kota Damai yang Dijaga Bersama

Larantuka, yang dijuluki sebagai "Kota Suci" karena mayoritas penduduknya beragama Katolik dan memiliki tradisi keagamaan yang kuat, juga memiliki komunitas Muslim yang harmonis. Kehadiran Masjid As Syuhada sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan Islam di sana menjadi simbol keberagaman yang indah. Program Jumat Keliling yang dilakukan oleh Kapolres Flores Timur ini tidak hanya menyasar jamaah Muslim, tetapi juga merupakan pesan universal tentang pentingnya persatuan dan toleransi bagi seluruh warga Larantuka, terlepas dari latar belakang agama atau suku mereka.

Menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan membangun toleransi adalah tugas kita bersama. Upaya Polres Flores Timur melalui kegiatan seperti Jumat Keliling ini patut diapresiasi. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, Larantuka akan terus menjadi contoh kota yang damai, harmonis, dan aman bagi seluruh penghuninya. Keberhasilan program ini akan tercermin dari semakin kuatnya rasa persaudaraan, minimnya gesekan sosial, dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kamtibmas. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Flores Timur yang lebih baik.

Source: https://rri.co.id/regional/130354/jumat-keliling-di-masjid-asyuhada-kapolres-flotim-ajak-jamaah-jaga-kerukunan



#Kerukunan Umat #Jumat Keliling #Flores Timur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama