Persena Nagekeo Mundur dari ETMC XXXV 2026 Flores Timur: Kejutan di Awal Turnamen

BUGALIMA - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Nusa Tenggara Timur. Persena Nagekeo, tim yang musim lalu berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai runner-up di El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV di Kabupaten Ende, resmi menyatakan mundur dari perhelatan ETMC XXXV yang akan digelar di Kabupaten Flores Timur, mulai 14 November 2026. Keputusan ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi para penggemar sepak bola NTT, terutama bagi masyarakat Nagekeo yang berharap tim kebanggaan mereka bisa kembali berprestasi.

Lantas, apa gerangan yang membuat Persena Nagekeo, tim berjuluk Laskar Seka Talo, membatalkan keikutsertaannya di turnamen sepak bola paling bergengsi di NTT ini? Manajer Persena Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu, atau yang akrab disapa Sely Ajo, memberikan penjelasan lugas. "Keputusan ini bukan tanpa alasan," ujarnya saat dikonfirmasi oleh RRI. Alasan utama yang diungkapkan adalah keterbatasan anggaran. Dana APBD Nagekeo, khususnya melalui pos Kesejahteraan Rakyat (Kesra), ternyata telah dialokasikan untuk mengikuti kompetisi Liga 4 Regional NTT. "Kami batal ikut ETMC kali ini. Alasan paling pertama bahwa kemarin ketika kami pembahasan APBD, uang kan di Kesra, itu nomenklaturnya untuk Liga 4 regional NTT," jelas Sely Ajo.

Sumber: Pixabay

Situasi ini tentu saja menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Mengapa alokasi anggaran bergeser dari turnamen ETMC ke Liga 4 Regional NTT? Sely Ajo menambahkan bahwa pemisahan penyelenggaraan ETMC dengan kompetisi Liga 4 regional NTT pada tahun 2026 menjadi salah satu faktor penentu. "Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui APBD, khususnya pada pos Kesra, diperuntukkan bagi keikutsertaan Persena dalam kompetisi Liga 4 regional NTT, bukan untuk mengikuti turnamen ETMC XXXV di Flores Timur yang kini berstatus sebagai Piala Gubernur," terangnya lebih lanjut. Ini mengindikasikan adanya prioritas anggaran yang berbeda antara penyelenggaraan turnamen ETMC dan kompetisi liga reguler.

Sejarah dan Reputasi Persena Nagekeo

Keputusan mundur Persena Nagekeo ini memang mengejutkan, mengingat performa apik mereka di ETMC XXXIV tahun 2025. Sebagai runner-up, Persena Nagekeo menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas dan potensi untuk bersaing di level tertinggi. Kehadiran mereka di ETMC XXXV tentu akan menambah warna dan dinamika turnamen. Namun, realitas anggaran tampaknya menjadi tembok penghalang yang tak bisa ditembus.

El Tari Memorial Cup sendiri memiliki sejarah panjang dan prestisius di Nusa Tenggara Timur. Dicetuskan oleh Gubernur NTT kala itu, El Tari, pada tahun 1969, turnamen ini bertujuan untuk menyatukan masyarakat NTT melalui sepak bola. Sejak saat itu, ETMC telah menjadi ajang pembuktian bagi talenta-talenta sepak bola lokal dari berbagai kabupaten dan kota di NTT. Perseftim Flores Timur tercatat sebagai juara pertama pada tahun 1969. Nama turnamen kemudian berubah menjadi El Tari Memorial Cup setelah gubernur tersebut wafat pada tahun 1979. Kini, ETMC XXXV akan kembali digelar di Kabupaten Flores Timur, sebuah daerah yang juga memiliki sejarah kuat dalam dunia sepak bola NTT, termasuk pernah menjadi tuan rumah ETMC pada tahun 1970.

Dampak Mundurnya Persena Nagekeo

Mundurnya Persena Nagekeo tentu akan memberikan dampak tersendiri bagi jalannya ETMC XXXV. Ketiadaan tim runner-up musim sebelumnya akan mengurangi intensitas persaingan, setidaknya dari sisi representasi tim kuat. Namun, seperti kata pepatah, "di mana ada gula, di situ ada semut," selalu ada tim lain yang siap memanfaatkan momentum. Klub-klub lain yang juga mendaftar, seperti Perseftim Flores Timur yang merupakan tuan rumah, atau tim-tim kuat lainnya, akan berupaya keras untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Persena Nagekeo. Tercatat, sudah ada 25 klub yang mendaftar untuk mengikuti ETMC XXXV.

ETMC XXXV Flores Timur Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

Terlepas dari mundurnya Persena Nagekeo, perhelatan El Tari Memorial Cup XXXV di Kabupaten Flores Timur dipastikan tetap bergulir sesuai jadwal semula, yakni mulai 14 November 2026. Keputusan ini diambil setelah adanya pertemuan antara Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, bersama panitia pelaksana dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI NTT, Christian Mboeik. Panitia pelaksana menyatakan kesiapan mereka, dengan persiapan teknis dan sarana prasarana disebut telah mencapai sekitar 80 persen, dengan dua stadion yang disiapkan sebagai venue pertandingan. Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXV, Laurensius Yitno Wada, menegaskan bahwa kesiapan penyelenggaraan ini menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan jadwal kick-off pada 14 November 2026. Dukungan dari hampir seluruh perwakilan klub peserta yang telah dihubungi, yang menyatakan sepakat agar ETMC XXXV tetap dilaksanakan sesuai jadwal, juga menjadi pertimbangan penting bagi panitia.

Keputusan Persena Nagekeo untuk mundur dari ETMC XXXV Flores Timur memang disayangkan, namun hal tersebut merupakan konsekuensi dari realitas anggaran yang dihadapi oleh banyak tim di kancah sepak bola daerah. Semoga kabar ini tidak mengurangi antusiasme para pecinta sepak bola NTT terhadap gelaran ETMC XXXV, yang tetap menjanjikan persaingan sengit dan tontonan menarik di lapangan hijau.

Source: RRI.co.id



#ETMC XXXV #Persena Nagekeo #Sepak Bola NTT

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama