BUGALIMA - Larantuka tengah bersiap menyambut hari besar. Suasananya bukan sekadar hari raya biasa. Ini momentum akbar bagi umat Katolik di ujung timur Pulau Flores.
Pemerintah Daerah Flores Timur mengambil langkah dramatis. Mereka meliburkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) selama tiga hari. Kebijakan ini berlaku mulai 10 hingga 12 Februari 2026. Tujuannya satu: menyukseskan pentahbisan Uskup Larantuka yang baru. Ini bukan soal ritual keagamaan semata. Ini hajatan besar sosial dan budaya.
Mgr. Yohanes Hans Monteiro akan ditahbiskan menjadi gembala baru. Ia menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang sudah purna tugas. Peristiwa ini telah dinanti. Sebuah tonggak sejarah baru di Keuskupan Larantuka.
Mengapa ASN Libur Tiga Hari?
Keputusan libur tiga hari ini sangat beralasan. Wakil Bupati Flores Timur, Ignatius Boli Uran, menegaskan hal itu. Peristiwa tahbisan ini adalah momentum persatuan masyarakat Lamaholot. Ini bukan hanya untuk internal gereja.
Pemerintah daerah ingin memastikan kelancaran acara. Mulai dari penyambutan tamu hingga aspek keamanan di lapangan. Keterlibatan ASN harus total. Partisipasi aktif semua elemen mutlak diperlukan.
Libur ini juga menjadi simbol dukungan penuh. Dukungan administratif dan finansial sudah diberikan. Tujuannya menjaga citra Larantuka sebagai kota religi. Kota yang aman dan toleran.
Koordinasi lintas sektor sudah dilakukan. Kabupaten Lembata juga ikut terlibat. Bahkan, umat dari berbagai lintas agama turut menyambut. Mereka menyambut para uskup dan tamu negara.
Rangkaian Acara Akbar
Puncak perayaan berlangsung selama tiga hari penuh. Ini adalah maraton spiritual yang khidmat. Semua mata tertuju pada Larantuka.
Hari pertama, 10 Februari 2026, dibuka dengan Vesper Agung. Ini ibadah sore yang sakral. Umat berkumpul memanjatkan doa syukur. Menyambut malam penahbisan.
Kemudian, 11 Februari, menjadi hari bersejarah. Inilah hari pentahbisan Uskup baru. Mgr. Yohanes Hans Monteiro secara resmi dilantik. Ia menjadi penerus estafet kepemimpinan gereja lokal.
Hari terakhir, 12 Februari, ditutup dengan Misa Pontifikal. Misa ini adalah perayaan syukur bersama. Seluruh imam dan umat bersatu. Mengukuhkan gembala baru di bawah naungan Takhta Suci.
Profil Uskup Baru dan Kredibilitas Keuskupan
Sosok Uskup baru bukanlah orang sembarangan. Mgr. Yohanes Hans Monteiro adalah putra asli Larantuka. Ia lahir pada 15 April 1971. Rekam jejak pendidikannya mengagumkan.
Ia mengenyam studi hingga jenjang S3 Teologi di Austria. Latar belakang akademiknya sangat kuat. Ia juga dikenal sebagai seorang dosen Liturgi. Pernah menjabat Wakil Rektor di IFTK Ledalero.
Pengalaman pastoralnya juga panjang. Ia pernah menjadi anggota Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Keahlian dan otoritasnya tak perlu diragukan. Ia adalah sosok tepat memimpin Keuskupan Larantuka.
Keuskupan Larantuka sendiri punya sejarah panjang. Keuskupan ini membawahi dua kabupaten. Flores Timur dan Lembata menjadi wilayah pelayanannya. Larantuka dikenal sebagai "Kota Reinha". Ibu kota yang sangat religius.
Sebanyak 34 uskup telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Juga pejabat Nuntio dari Vatikan. Kehadiran para petinggi gereja ini menunjukkan pentingnya acara. Pengamanan pun ditingkatkan.
Polres Flores Timur mengerahkan 202 personel gabungan. Mereka melibatkan TNI dan unsur terkait. Tim penjinak bom juga disiagakan Brimob Maumere. Sterilisasi gereja menjadi prioritas.
Semua ini memastikan perayaan berjalan aman dan lancar. Libur tiga hari ASN bukan pemborosan. Ini investasi sosial. Meneguhkan persatuan dan identitas Lamaholot di mata dunia.
Larantuka siap memukau. Dengan keramahtamahan dan toleransinya. Menjadi tuan rumah yang hebat bagi uskup baru. Serta ribuan tamu dari dalam dan luar negeri.
Source: kompas.com
#UskupLarantuka #FloresTimur #ASNLibur