Polres Flores Timur Bergerak Cepat! Sambang Warga, Sita Senjata Tradisional Demi Ramadhan Damai Tanpa Tawuran

BUGALIMA - Suasana khidmat bulan Ramadhan di Flores Timur tak boleh ternodai oleh gejolak kekerasan. Polres Flores Timur memahami betul hal ini. Bukannya berdiam diri, jajaran kepolisian di bawah kepemimpinan AKBP Adhitya Octorio Putra itu bergerak cepat, turun langsung ke masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menyambangi, berdialog, dan memberikan edukasi pencegahan tawuran. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi sebuah gerakan proaktif demi menjaga kedamaian dan kekhusyukan ibadah di bulan suci ini.

Patroli Intensif dan Dialog Langsung

Upaya preventif ini terlihat jelas dari kegiatan yang dipimpin oleh KBO Sat Lantas, IPDA Fadly Awad, pada Minggu malam, 22 Februari 2026. Ia tidak sungkan turun langsung menyambangi warga dan para pemuda. Tujuannya jelas: membangun komunikasi yang erat, memperkuat peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan, dan yang terpenting, mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menjaga Persaudaraan di Bulan Penuh Berkah

Dalam dialognya dengan warga, IPDA Fadly Awad tidak hanya sekadar mengingatkan, tetapi juga mengedukasi. Pentingnya menjaga persaudaraan, menghindari perkelahian, apalagi tawuran, terus digarisbawahi. Ia juga menekankan agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial atau pesan berantai yang dapat memecah belah persatuan. Para pemuda secara khusus diingatkan untuk tidak berkumpul hingga larut malam yang berpotensi mengundang masalah. Sebaliknya, mereka diajak untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah dan amal, seperti tadarus Al-Qur'an, shalat tarawih, kajian keagamaan, serta kegiatan sosial lainnya.

Komitmen Tegas Polres Flores Timur

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, menegaskan komitmen kepolisian untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadhan. "Kami tidak akan mentolerir aksi tawuran ataupun perkelahian yang meresahkan masyarakat selama Ramadhan," tegasnya. Ia menambahkan bahwa tanggung jawab menjaga kedamaian di bulan suci ini adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Ramadhan seharusnya tidak dinodai oleh tindakan melanggar hukum yang merugikan banyak pihak.

Sanksi Tegas Bagi Pelaku

AKP Eliezer A. Kalelado juga mengingatkan bahwa pelaku tawuran akan dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas apabila ditemukan tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat. Komitmen ini menunjukkan bahwa Polres Flores Timur serius dalam menangani setiap potensi gangguan kamtibmas.

Peran Orang Tua dan Pengawasan Keluarga

Selain upaya kepolisian, peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya selama Ramadhan juga dinilai sangat penting. Pengawasan keluarga diharapkan mampu mencegah keterlibatan remaja dalam perkelahian atau tindakan negatif lainnya. Polres Flores Timur meyakini bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat, termasuk peran keluarga, adalah kunci untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif sepanjang bulan Ramadhan.

Inisiatif Lain untuk Menjaga Ketertiban

Gerakan Polres Flores Timur tidak berhenti pada dialog. Upaya patroli rutin di titik-titik rawan juga terus digalakkan. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama saat malam hari, dan mencegah potensi gangguan kamtibmas. Patroli ini dilakukan dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran. Selain itu, kepolisian juga aktif mengamankan pelaksanaan ibadah, seperti Shalat Tarawih, untuk memastikan umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.

Latar Belakang Masalah: Tawuran yang Meresahkan

Pentingnya upaya pencegahan ini tidak terlepas dari adanya catatan kasus tawuran di Flores Timur sebelumnya. Pada Januari 2026, Bupati Flores Timur bahkan mengeluarkan instruksi bupati mengenai jam keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Larantuka menyusul bentrokan antar dua kelompok pemuda. Instruksi tersebut meliputi pembatasan jam berkumpul dan larangan berkerumun lebih dari tiga orang di tepi jalan umum di kelurahan tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa isu tawuran memang menjadi perhatian serius dan membutuhkan penanganan komprehensif dari berbagai pihak.

Menuju Ramadhan yang Lebih Damai

Dengan segala upaya yang dilakukan, Polres Flores Timur berharap Ramadhan tahun ini dapat berjalan lebih damai dan khidmat. Kolaborasi antara aparat kepolisian, tokoh masyarakat, orang tua, dan seluruh warga adalah kunci utama keberhasilan program ini. Momen Ramadhan seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat persaudaraan, kedamaian, dan ketakwaan, bukan sebaliknya.

Source: rri.co.id



#PencegahanTawuran #PolresFloresTimur #RamadhanAman

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama