AMANKAN PAS: 985 Personel Gabungan Siaga Penuh Amankan Semana Santa 2026 Larantuka!

BUGALIMA - Ribuan peziarah diprediksi akan memadati Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk merayakan Semana Santa 2026. Tradisi Paskah yang sarat makna ini, yang telah berlangsung selama lima abad warisan Portugis, menuntut kesiapan keamanan yang ekstra. Polres Flores Timur, bersama unsur gabungan lainnya, telah mengerahkan 985 personel untuk memastikan perayaan ini berjalan lancar, aman, dan khidmat.

Kesiapan Personel Gabungan 985 Orang

Menjelang perayaan Semana Santa 2026, Polres Flores Timur tidak main-main dalam menjaga keamanan. Sebanyak 985 personel gabungan telah disiagakan. Kekuatan ini tidak hanya berasal dari Polres Flores Timur, tetapi juga melibatkan BKO (Bantuan Kendali Operasi) dari Satuan Brimob Polda NTT, termasuk tim penjinak bom (Jibom) dari Brimob Polda NTT, serta personel dari Polairud. Jumlah personel gabungan yang begitu besar ini menunjukkan betapa pentingnya acara ini bagi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelancaran ibadah. Patroli intensif telah ditingkatkan, baik secara terbuka maupun tertutup, menyasar titik-titik strategis seperti kapela, pelabuhan, dan pusat aktivitas masyarakat.

Patroli Intensif dan Pengalihan Arus

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octoria Putra, melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, menyatakan bahwa peningkatan kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan rangkaian Semana Santa. Selain pengamanan fisik, rekayasa lalu lintas juga menjadi perhatian serius. Pengalihan arus lalu lintas akan mulai diberlakukan pada Rabu, 1 April 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Rabu Trewa, dan akan berlangsung selama seluruh rangkaian Semana Santa. Skema pengalihan arus ini mencakup jalur antar-kota maupun area pusat kota, bahkan akses pintu masuk laut, untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan akibat kedatangan peziarah.

#### Tradisi Mendalam, Pengamanan Komprehensif

Semana Santa di Larantuka bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Ini adalah warisan budaya yang kuat, yang telah menyatu dengan kepercayaan masyarakat lokal dan ajaran gereja, sebuah hasil inkulturasi budaya dengan tradisi Portugis. Perayaan ini dimulai sejak Minggu Palma dan mencapai puncaknya pada Jumat Agung, melibatkan prosesi patung-patung suci yang diarak keliling kota. Kehadiran ribuan peziarah, baik domestik maupun internasional, termasuk beberapa warga negara asing, menunjukkan daya tarik global tradisi ini. Oleh karena itu, pengamanan yang komprehensif, mulai dari personel bersenjata hingga penjinak bom dan pengaturan lalu lintas, menjadi krusial untuk menjaga kekhidmatan acara sakral ini.

Dukungan Fasilitas dan Keberagaman Peziarah

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga turut mendukung kelancaran perayaan dengan menyediakan fasilitas kapal feri gratis bagi peziarah. Hal ini memudahkan akses bagi umat yang ingin mengikuti rangkaian ibadah. Menariknya, perayaan Semana Santa tidak hanya diikuti oleh umat Katolik, tetapi juga oleh penganut agama lain, menunjukkan semangat toleransi yang kuat di Larantuka. Data menunjukkan, dari 1.161 peziarah yang mendaftar, terdapat umat Kristen, Islam, dan Buddha. Peziarah menginap di rumah warga, hotel, dan fasilitas umum lainnya, menciptakan interaksi sosial yang hangat.

Pihak kepolisian terus mengintensifkan patroli dan pengamanan, baik terbuka maupun tertutup, untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Keamanan di Kota Larantuka sejauh ini terpantau aman dan kondusif, memberikan keyakinan bahwa Semana Santa 2026 akan berjalan dengan lancar dan penuh makna.

Source: flores.tribunnews.com



#SemanaSanta #Larantuka #FloresTimur

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama