Tragedi Maut di Laut Flores: Sampan Terbalik, 2 Nelayan Tewas, 1 Selamat!

BUGALIMA - Laut memang menyimpan banyak misteri dan kadang kala, menelan korban. Kamis sore, 12 Maret 2026, menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut nyawa dua nelayan di perairan Kawaliwu, Kecamatan Lewolema, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sampan yang mereka tumpangi, sarana hidup yang setia mengantar mencari rezeki, tiba-tiba saja berbalik arah, takluk pada amukan ombak besar dan arus kuat.

Peristiwa ini bermula ketika tiga sekawan, yang juga masih bersaudara, berangkat memancing sekitar pukul 17.30 Wita. Yuven Koten (38), Alfred Koten (40), dan Alex Koten (46) adalah nama-nama yang terukir dalam kisah pilu ini. Mereka bertolak dari Pantai Kawaliwu, optimis meraup hasil tangkapan yang melimpah. Namun, alam punya rencana lain.

Nokia Phone
Gambar dari Pixabay

Hanya dalam waktu setengah jam, sekitar pukul 18.00 Wita, sampan mereka dihantam gelombang tinggi. Perahu kecil itu tak mampu bertahan, oleng lalu terbalik. Kepanikan melanda.

Upaya Penyelamatan dan Penemuan Korban

Untungnya, tidak semua kehilangan terjadi. Warga sekitar yang melihat kejadian nahas tersebut segera bergerak cepat memberikan pertolongan. Yuven Koten, salah satu dari mereka, berhasil diselamatkan. Ia menjadi saksi hidup atas keganasan ombak yang merenggut nyawa dua saudaranya.

Namun, nasib nahas menimpa Alfred dan Alex. Mereka dilaporkan hilang terseret ombak. Laporan kejadian segera diterima oleh Kantor SAR Maumere dari seorang warga bernama Maxi Riangkotek pada Kamis malam, pukul 22.00 Wita.

Operasi Pencarian yang Intensif

Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk mencari kedua nelayan yang hilang. Operasi pencarian dimulai pada malam hari itu juga. Sekitar pukul 23.00 Wita, sebuah kabar duka datang. Tim di lapangan berhasil menemukan satu korban, Alfred Koten, dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 400 meter dari lokasi kejadian.

Pencarian belum berhenti. Operasi dilanjutkan pada hari berikutnya, Jumat, 13 Maret 2026. Tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan langsung menyisir permukaan laut menggunakan rubber boat. Sekitar pukul 09.30 Wita, harapan terakhir pupus. Korban kedua, Alex Koten, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuannya berjarak sekitar 1,9 kilometer ke arah selatan dari lokasi awal kejadian.

Faktor Cuaca dan Lokasi Kejadian

Perairan Kawaliwu, Kecamatan Lewolema, memang dikenal dengan ombaknya yang cukup besar, terutama saat perubahan cuaca. Koordinat lokasi kejadian, 8°16'15.52"S – 122°52'27.39"E, menunjukkan bahwa mereka berlayar di area yang cukup rentan terhadap gelombang tinggi dan arus kuat. Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan bahaya yang mengintai para nelayan di laut, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Flores Timur. Sebuah peristiwa yang mengingatkan kita akan kekuatan alam yang dahsyat dan betapa pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas di laut.

Source: detikcom



#NelayanTewas #FloresTimur #SampanTerbalik

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama