BUGALIMA - Perjalanan menembus medan berat itu tak menyurutkan langkah Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen. Rabu, 13 Mei 2026, menjadi saksi bisu perjuangan orang nomor satu di Kabupaten Flores Timur ini tatkala meninjau langsung kondisi jalan rusak di ruas Baniona-Kawela, Pulau Adonara. Bukan sekadar tinjauan biasa, ini adalah sebuah penegasan komitmen untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat setempat. Kunjungan ini juga menggarisbawahi betapa pentingnya infrastruktur jalan yang memadai bagi geliat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil seperti Desa Kawela, Kecamatan Wotan Ulumado.
Perjuangan Menuju Kawela: Sebuah Gambaran Nyata
| Sumber: Pixabay |
Perjalanan Bupati Anton Doni Dihen beserta rombongan tidaklah mulus. Mobil dinas yang ditumpangi harus berjuang melewati jalanan yang berlubang, berbatu, bahkan mengalami erosi akibat hujan deras yang kerap mengguyur wilayah tersebut. Minimnya saluran drainase di sepanjang badan jalan semakin memperparah kondisi, membuat arus air hujan langsung merusak struktur jalan. Pemandangan ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Flores Timur. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sebagian besar jalan di Kabupaten Flores Timur masih dalam kondisi rusak berat, mencapai 52,82%. Panjang ruas jalan di Flores Timur sendiri mencapai 718,19 km, dengan lebar 3,5 meter di daratan Flores, Adonara, dan Solor. Namun, ironisnya, 51,49% dari total panjang jalan tersebut masih berupa jalan kerikil, tanah, dan jenis lainnya, bukan aspal yang kokoh.
Puncak perjuangan terjadi saat rombongan harus melewati tanjakan terakhir menuju permukiman warga Desa Kawela. Kendaraan yang ditumpangi Bupati sempat kehilangan tenaga beberapa kali, memaksa rombongan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer. Bupati Anton didampingi Kepala Dinas PUPR Flores Timur, Yohanes Brechmans Tukan, menerjang tanjakan berbatu tersebut, menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam menangani masalah infrastruktur ini. Ini bukan sekadar metafora, melainkan gambaran nyata betapa sulitnya akses yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Rekonstruksi Jalan Baniona-Kawela: Asa Baru untuk Aksesibilitas dan Ekonomi
Setelah menempuh perjuangan yang tak mudah, Bupati dan rombongan tiba di balai desa untuk bertemu dengan tokoh adat dan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Anton Doni Dihen menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan rekonstruksi jalan Baniona menuju Kawela. Targetnya, pekerjaan pembangunan ini harus rampung sepenuhnya pada Oktober 2026. Anggaran yang disiapkan untuk rekonstruksi ruas jalan sepanjang sekitar 900 meter ini mencapai lebih dari Rp 2 miliar dari APBD Flores Timur tahun 2026.
Jalan Baniona-Kawela ini bukan sekadar jalur biasa. Bagi masyarakat Desa Kawela, ruas jalan ini adalah urat nadi kehidupan. Ini adalah akses utama untuk menjangkau pelayanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi harian. Bayangkan, betapa sulitnya warga harus berjuang melewati jalanan rusak, menanjak, berbatu, dan licin ketika musim hujan tiba, bahkan banyak yang mengalami kecelakaan akibat kondisi tersebut. Dengan selesainya rekonstruksi jalan ini, harapan besar tertumpu pada peningkatan akses transportasi yang lebih baik, yang pada gilirannya akan mendorong aktivitas ekonomi warga desa.
Tantangan Besar, Komitmen Kuat
Pemerintah Kabupaten Flores Timur menyadari bahwa masalah infrastruktur jalan ini adalah tantangan besar yang dihadapi daerah ini. Data yang ada menunjukkan bahwa masih ada sekitar 318 kilometer jalan dalam kategori rusak berat di seluruh wilayah Flores Timur. Untuk memulihkan seluruh ruas jalan tersebut, pemerintah membutuhkan dana investasi yang sangat besar, diperkirakan mencapai Rp 1,113 triliun.
Namun, di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan yang ada, pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan anggaran dari pusat dan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Rekonstruksi jalan Baniona-Kawela ini merupakan salah satu dari dua belas paket rekonstruksi jalan yang dikerjakan sepanjang tahun anggaran 2026 di Flores Timur, dengan total pagu anggaran mencapai Rp 20.009.814.100.
Bupati Anton Doni Dihen tidak hanya meninjau, tetapi juga meminta dukungan penuh dari masyarakat dan tokoh adat agar pelaksanaan rekonstruksi berjalan lancar. "Saya mengapresiasi dukungan masyarakat serta penerimaan adat yang diberikan warga sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimulai resmi," kata Bupati Anton, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Infrastruktur Jalan: Kunci Kesejahteraan dan Pembangunan
Studi-studi sebelumnya telah menunjukkan betapa krusialnya peran infrastruktur jalan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebuah penelitian di Desa Leraboleng, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, menemukan bahwa pembangunan jalan pertanian memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, efisiensi biaya transportasi, akses ke pasar yang lebih luas, serta mendorong munculnya usaha-usaha baru. Ini menegaskan bahwa jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, melainkan fondasi ekonomi yang kuat bagi masyarakat pedesaan.
Di Kabupaten Flores Timur sendiri, jalan memang merupakan salah satu pembangunan yang paling dominan. Dengan luas wilayah yang meliputi ujung timur Pulau Flores, Pulau Adonara, dan Pulau Solor, serta beberapa pulau kecil, kebutuhan akan infrastruktur jalan yang memadai menjadi semakin mendesak. Peningkatan jalan akses Bandara Gewayantana di Kabupaten Flores Timur, misalnya, yang ditangani oleh Ditjen Bina Marga menggunakan dana APBN, menunjukkan adanya perhatian terhadap ruas jalan strategis yang berdampak positif terhadap roda perekonomian wilayah.
Kunjungan Bupati Anton Doni Dihen ke Baniona-Kawela ini adalah sebuah bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Dengan target penyelesaian Oktober 2026, rekonstruksi jalan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki akses fisik, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi masyarakat Adonara. Perjuangan menembus medan berat kini akan berganti dengan harapan baru, asa untuk masa depan yang lebih baik berkat pembangunan infrastruktur yang memadai.
Source: https://rri.co.id/regional/174308/bupati-flotim-tinjau-rekonstruksi-jalan-rusak-baniona-kawela
#Flores Timur #Infrastruktur Jalan #Pembangunan Desa