Flores Timur: 145 Ribu Pekerja Hadapi Tantangan Pengangguran 6,36 Persen

BUGALIMA - Kabupaten Flores Timur, sebuah permata di Nusa Tenggara Timur, sedang menghadapi tantangan ganda yang krusial bagi masa depan kesejahteraan masyarakatnya. Di satu sisi, data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja di wilayah ini mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu 145,04 ribu jiwa. Ini adalah kabar baik, menandakan adanya aktivitas ekonomi yang berjalan dan sumber mata pencaharian bagi banyak keluarga. Namun, di sisi lain, angka pengangguran sebesar 6,36 persen menjadi pekerjaan rumah besar yang tak bisa diabaikan begitu saja. Fenomena ini, sebagaimana diungkap oleh Katadata Databoks, memunculkan pertanyaan penting: bagaimana kita dapat memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Flores Timur benar-benar inklusif dan mampu menyerap seluruh potensi tenaga kerja yang ada?

Jumlah penduduk bekerja yang mencapai 145,04 ribu jiwa ini merupakan modal pembangunan yang luar biasa. Angka ini mencerminkan geliat aktivitas ekonomi, baik di sektor formal maupun informal, yang menjadi tulang punggung bagi kehidupan masyarakat Flores Timur. Dari sektor pertanian yang menjadi ciri khas daerah kepulauan, hingga potensi kelautan yang melimpah, serta usaha mikro, kecil, dan menengah yang terus berkembang, semua berkontribusi pada angka positif ini. Namun, kita perlu menggali lebih dalam. Apa saja jenis pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja? Sektor mana yang paling dominan? Dan yang terpenting, apakah pekerjaan yang tersedia ini memberikan upah yang layak dan jaminan sosial yang memadai?

Sumber: Pixabay

Menariknya, jika kita menengok data historis, terdapat fluktuasi yang cukup menarik. Pada tahun 2023, tercatat ada 152,63 ribu pekerja. Angka ini sempat meningkat pada tahun 2024 menjadi 158,66 ribu pekerja, namun kemudian sedikit menurun pada tahun 2025 menjadi 153,56 ribu pekerja. Perubahan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika ekonomi makro, kebijakan pemerintah daerah, hingga faktor musiman yang seringkali mempengaruhi sektor-sektor tertentu di Flores Timur. Perluasan lapangan kerja yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga tren positif ini dan bahkan meningkatkannya di masa mendatang.

Di tengah kabar baik ini, angka pengangguran sebesar 6,36 persen tentu menjadi sebuah catatan serius. Angka ini, meskipun mungkin terlihat tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan rata-rata nasional yang mencapai 4,2 persen pada Desember 2025, tetaplah sebuah indikator adanya potensi sumber daya manusia yang belum tergarap secara optimal. Pengangguran terbuka, yang mencakup mereka yang aktif mencari pekerjaan namun belum mendapatkannya, serta mereka yang mempersiapkan usaha, atau bahkan yang sudah punya pekerjaan namun belum mulai bekerja, adalah sebuah kerugian ganda. Kerugian bagi individu yang kehilangan kesempatan untuk berkontribusi dan meraih kesejahteraan, dan kerugian bagi negara yang kehilangan potensi produktivitas dan inovasi.

Berdasarkan data dari Katadata Databoks, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Flores Timur pernah tercatat sebesar 3,79% pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan pada periode berikutnya, yang mungkin perlu diwaspadai. Peningkatan ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidaksesuaian antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri, atau bahkan dampak dari perubahan kebijakan ekonomi. Penting untuk dicatat bahwa dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya, posisi TPT di Flores Timur berada di urutan ke-81 secara nasional. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, Flores Timur tidak berada dalam posisi terburuk, namun tetap perlu berbenah.

Memahami Akar Masalah Pengangguran di Flores Timur

Untuk mengatasi masalah pengangguran ini, kita perlu melakukan diagnosa yang mendalam. Ada beberapa faktor yang patut menjadi perhatian:

#### 1. Kesenjangan Keterampilan (Skill Mismatch)

Salah satu penyebab umum pengangguran, terutama di kalangan generasi muda dan lulusan baru, adalah adanya kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki dengan yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Kurikulum pendidikan, baik di tingkat menengah maupun perguruan tinggi, perlu terus dievaluasi dan disesuaikan agar relevan dengan perkembangan industri dan tuntutan lapangan kerja. Pelatihan vokasional dan program pengembangan keterampilan yang intensif dan terarah sangat dibutuhkan.

#### 2. Keterbatasan Lapangan Kerja Formal

Meskipun jumlah penduduk yang bekerja cukup besar, sebagian besar mungkin masih bergerak di sektor informal dengan pendapatan yang fluktuatif dan jaminan sosial yang terbatas. Perlunya dorongan lebih kuat untuk menciptakan lapangan kerja formal yang stabil dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik. Investasi di sektor-sektor yang memiliki potensi serapan tenaga kerja tinggi, seperti pariwisata berkelanjutan, industri pengolahan hasil bumi dan laut, serta pengembangan ekonomi kreatif, dapat menjadi solusi.

#### 3. Aksesibilitas dan Informasi Pasar Kerja

Tidak jarang calon pencari kerja mengalami kesulitan dalam mengakses informasi mengenai lowongan pekerjaan yang tersedia, baik di dalam maupun luar daerah. Keterbatasan akses informasi ini dapat menghambat mereka untuk menemukan peluang yang sesuai dengan kualifikasi dan minat mereka. Pemerintah daerah, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, perlu memperkuat platform informasi lowongan kerja, baik secara digital maupun konvensional, serta aktif melakukan sosialisasi.

#### 4. Faktor Geografis dan Infrastruktur

Sebagai daerah kepulauan, Flores Timur memiliki tantangan geografis tersendiri. Aksesibilitas antar pulau dan antar wilayah, serta kualitas infrastruktur dasar seperti transportasi dan komunikasi, dapat mempengaruhi mobilitas tenaga kerja dan distribusi peluang ekonomi. Investasi dalam pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan menjadi prasyarat penting.

#### 5. Ketidakpastian Ekonomi dan Regulasi

Kondisi perekonomian nasional dan global, serta kebijakan regulasi usaha, juga turut berperan dalam menciptakan iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja. Kondisi iklim usaha yang kondusif, yang didukung oleh regulasi yang jelas dan pro-investasi, akan menarik lebih banyak investor dan pada gilirannya menciptakan lebih banyak peluang kerja.

Langkah Strategis Menuju Flores Timur yang Lebih Sejahtera

Menghadapi tantangan ini, diperlukan langkah-langkah strategis yang komprehensif dan berkelanjutan.

Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasional yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kedua, diversifikasi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru, terutama di sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal. Potensi kelautan dan perikanan Flores Timur yang melimpah, misalnya, perlu dikembangkan lebih lanjut tidak hanya pada aspek penangkapan, tetapi juga pengolahan dan pemasaran.

Ketiga, penguatan sistem informasi pasar kerja dan bimbingan karier. Platform digital dan program bimbingan karier yang efektif perlu diimplementasikan untuk menghubungkan pencari kerja dengan pemberi kerja.

Keempat, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM merupakan tulang punggung ekonomi lokal dan memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja. Akses terhadap permodalan, pelatihan manajemen, serta fasilitasi pemasaran menjadi kunci keberhasilan UMKM.

Kelima, peningkatan daya saing daerah melalui perbaikan iklim investasi dan regulasi usaha. Pemerintah daerah perlu terus berupaya menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif, transparan, dan pro-investasi untuk menarik masuknya modal dan menciptakan lapangan kerja.

Refleksi Akhir

Jumlah penduduk bekerja yang besar di Flores Timur adalah aset berharga yang harus dikelola dengan baik. Angka pengangguran, sekecil apapun, tetaplah sebuah sinyal bahwa ada ruang untuk perbaikan. Dengan strategi yang tepat sasaran, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat, Flores Timur memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya memiliki banyak penduduk bekerja, tetapi juga memastikan bahwa setiap penduduknya memiliki pekerjaan yang layak, sejahtera, dan berkontribusi penuh bagi pembangunan daerah. Tantangan ini adalah peluang untuk berinovasi dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat Flores Timur.

Source: https://databoks.katadata.co.id/datapoint/2026/05/30/jumlah-penduduk-bekerja-di-kabupaten-flores-timur-14504-ribu-dan-angka-pengangguran-636



#Flores Timur #Tenaga Kerja #Pengangguran

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama