BUGALIMA - Malam itu terasa mencekam. Jarum jam menunjukkan pukul satu dini hari di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumat dini hari itu menjadi saksi kedahsyatan alam yang datang tiba-tiba.
Angin kencang menderu-deru. Suara gemuruhnya memecah keheningan. Tidak hanya sekali, tetapi berulang-ulang menghantam permukiman warga.
| Gambar dari Pixabay |
Bukan hujan lebat yang paling menakutkan, tetapi tiupan angin itu. Tiupan yang terasa seperti hendak mencabut apa pun yang dilewatinya. Tujuh rumah warga dilaporkan rusak berat.
Kisah dari Kelurahan Sarotari Tengah menjadi yang paling menyentuh. Di sana, setidaknya empat rumah terdampak parah. Mereka tidak menyangka bencana datang secepat itu.
Mencekam di Balik Pintu
Novi Kelen dan suaminya masih terbaring di tempat tidur. Mereka tinggal di RT 17 RW 004 Kelurahan Sarotari Tengah. Suasana malam itu terasa biasa saja, tenang.
Tiba-tiba saja semuanya berubah total. Novi mendengar suara dentuman keras. Atap rumah mereka, seng-seng itu, seperti diangkat paksa oleh tangan tak terlihat.
Angin kencang memang sudah menerjang sejak beberapa hari. Namun, dini hari itu adalah puncaknya. Novi panik. Ia langsung menarik suaminya, Martinus Demo Wuwur.
Mereka tidak bisa tinggal lebih lama di sana. Atap sudah terbuka, hujan dan angin bisa masuk kapan saja. Pasangan itu berlari, mencari perlindungan ke rumah tetangga.
"Kami lari ke sini," kata Novi. Ia lega mereka selamat, tapi sedih melihat rumahnya. Rumah itu rusak berat, sudah tidak bisa ditempati lagi.
Pohon Kelapa Jadi Ancaman
Nasib serupa dialami Martinus Berybe di Kelurahan Amagarapati. Ia bersama tiga anaknya masih terjaga larut malam itu. Mereka sedang mengobrol di ruang tengah rumah.
Pukul dua dini hari, angin semakin menggila. Lalu, sebuah suara keras menghantam rumah mereka. Pohon kelapa di dekat rumahnya tumbang. Pohon kelapa itu menimpa atap.
Buah kelapa bahkan sempat jatuh. Jatuhnya mengenai lengan anak istrinya. Mereka terperanjat kaget, langsung lari keluar rumah.
Mereka bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun, seng rumah sudah jebol, rusak parah. Martinus dan keluarga juga harus mengungsi.
Apa yang terjadi di Flores Timur ini bukan kali pertama. Wilayah ini memang sering dilanda cuaca ekstrem. Angin kencang beberapa hari sebelumnya juga sempat merusak sejumlah bangunan lain.
Data sementara menunjukkan total tujuh rumah rusak dalam kejadian dini hari ini. Empat di antaranya di Kelurahan Sarotari Tengah. Sisanya tersebar di beberapa titik lain.
Kerusakan rata-rata memang pada bagian atap. Seng terangkat, tertimpa pohon patah. Warga kini sangat membutuhkan bantuan.
"Kita butuh seng, triplek, paku, dan kayu," ujar Novi Kelen. Mereka ingin secepatnya bisa membangun kembali. Kembali menempati rumah sendiri.
Analisis Cuaca Ekstrem
Kejadian ini tidak berdiri sendiri. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan. Mereka memantau adanya bibit Siklon Tropis 97S di Australia Utara.
Bibit siklon ini berpotensi menguat. Potensi itu membentuk daerah pertemuan angin di wilayah NTT. Ditambah lagi, Monsun Asia sedang menguat.
Gelombang Ekuatorial Rossby, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) juga aktif. Ini semua mendukung terjadinya cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi.
Puncak musim hujan kini memang sedang berlangsung di sebagian besar NTT. Warga diminta waspada. Bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan banjir bandang bisa terjadi kapan saja.
Pemerintah daerah melalui BPBD Flores Timur bergerak cepat. Mereka terus mendata kerusakan. Tim terus menyisir lokasi-lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur Fredy Moat Aeng meminta laporan cepat. Kepala desa dan lurah harus segera menyampaikan data kerusakan. Penanganan bantuan harus segera dilakukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kita semua. Alam punya caranya sendiri untuk bergerak. Kita hanya bisa bersiap dan waspada.
Para korban harus segera mendapat uluran tangan. Bantuan material sangat mendesak. Mereka harus secepatnya mendapatkan tempat berteduh yang layak.
Bukan hanya di Flores Timur, wilayah lain di NTT juga diminta siaga. BMKG memprediksi cuaca ekstrem berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Warga harus berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Terutama di daerah dengan topografi curam. Potensi tanah longsor dan banjir bandang juga mengintai. Jangan anggap remeh setiap peringatan dini dari BMKG.
Yang terpenting, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Itu adalah kabar baik di tengah kekacauan yang terjadi. Namun, kerugian materiil tentu memukul perekonomian warga.
Semoga bantuan segera datang. Semoga warga Flores Timur kuat menghadapi cobaan ini. Mereka harus segera bangkit kembali.
Source: detik.com
#AnginKencang #FloresTimur #BencanaAlam