Banjir Lahar Dingin Lewotobi Hantam Jalur Evakuasi, 6 Desa Terisolasi di Flores Timur!

BUGALIMA - Bencana kembali melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Banjir lahar dingin yang berasal dari Gunung Lewotobi Laki-laki menerjang jalur evakuasi dan membuat akses jalan terputus total di Kali Waimuring, perbatasan Desa Waiula dan Desa Nawokote, Kecamatan Wulanggitang. Akibatnya, enam desa terisolasi dan aktivitas warga lumpuh total.

Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak Rabu, 4 Maret 2026. Hingga Kamis, 5 Maret 2026 pagi, material vulkanik berupa batu, kayu, dan pasir menumpuk setebal sekitar 3 meter dengan panjang mencapai 60 meter, menutup badan jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, bahkan sepeda motor pun sangat sulit dan berisiko untuk dilewati.

Dampak Langsung: Isolasi dan Kelumpuhan Aktivitas

Isolasi yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di enam desa tersebut. Akses menuju pelayanan kesehatan di Puskesmas Boru yang berjarak sekitar 13 kilometer menjadi terhambat. Begitu pula dengan akses ke sekolah dan pasar untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur, Fredy Moat Aeng, menyatakan bahwa alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran. Namun, kondisi medan yang sulit dan intensitas hujan yang masih tinggi menjadi tantangan tersendiri. Banjir susulan dikhawatirkan dapat terjadi di sejumlah titik, termasuk di Kali Waimuring.

#### Desa yang Terdampak

Enam desa yang terisolasi tersebut meliputi Desa Hewa, Desa Waiula, Desa Ojan Detun, dan Desa Pantai Oa di Kecamatan Wulanggitang, serta Desa Riang Baring dan Desa Lewo Awang di Kecamatan Ile Bura. Ribuan jiwa di wilayah ini tidak diungsikan karena diklaim berada dalam radius aman dari erupsi.

Respons dan Upaya Penanganan

Pemerintah daerah melalui BPBD Flores Timur bergerak cepat mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertimbun material lahar dingin. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dapat berjalan optimal.

Potensi Bencana Susulan

Badan Geologi telah berulang kali mengeluarkan peringatan mengenai potensi banjir lahar dingin susulan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Beberapa penelitian dan laporan mengenai dampak banjir lahar dingin Gunung Lewotobi menunjukkan bahwa kejadian serupa bukan kali ini saja terjadi. Pada Januari 2025, banjir lahar dingin juga sempat merusak lahan pertanian seluas 4 hektare di Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang. Pada Desember 2025, banjir lahar dingin juga sempat menimbun ruas Jalan Negara Larantuka–Maumere.

Penting bagi masyarakat untuk selalu mematuhi imbauan dari pihak berwenang dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Penanganan jangka panjang untuk infrastruktur dan mitigasi bencana juga perlu menjadi perhatian serius agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Source: https://www.liputan6.com/regional/read/4500776/banjir-lahar-dingin-gunung-lewo-obi-bikin-6-desa-terisolasi



#BanjirLaharDingin #FloresTimur #GunungLewotobi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama