Banjir Lahar Lewotobi Lumpuhkan Flores Timur, Kini Jalan Penghubung Utama Kembali Normal!

BUGALIMA - Kepungan lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur sempat melumpuhkan aktivitas warga. Jalanan yang menjadi urat nadi penghubung antarwilayah tertutup material vulkanik, membuat masyarakat terisolasi. Namun, secercah harapan muncul, kini akses vital tersebut berangsur pulih dan kembali normal.

Perjuangan Menuju Normalitas

Nokia Phone
Gambar dari Pixabay

Peristiwa banjir lahar dingin yang terjadi pada awal Maret 2026 ini menyisakan duka dan keprihatinan mendalam bagi masyarakat Flores Timur. Material vulkanik berupa batu berukuran besar, lumpur, dan kerikil pekat menyelimuti badan jalan, menutup total akses transportasi. Tak hanya jalan penghubung antar desa, beberapa jalur utama yang menghubungkan antar-kabupaten pun ikut terganggu. Enam desa dilaporkan terisolir, aktivitas perekonomian terhenti, bahkan kebutuhan pokok pun sulit dijangkau. Kepala Desa Nurabelen, Lambert Puka, pada Rabu (11/3/2026) mengkonfirmasi bahwa jalan tersebut sempat tak bisa dilalui, namun kini dalam proses pembersihan dan mulai normal.

Dampak Luas Banjir Lahar

Banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-laki bukan sekadar masalah infrastruktur. Dampaknya merambah ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

#### Isolasi Wilayah

Akibat tertutupnya akses jalan, enam desa di Flores Timur dilaporkan terisolir. Hal ini membuat warga kesulitan mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan pasar. Kepala BPBD Flores Timur, Fredy Moat Aeng, menjelaskan bahwa material vulkanik menutup akses jalan, menghambat transportasi antarwilayah. Kenaikan harga bahan pokok pun pernah terjadi pada Januari 2025 saat akses jalan di Kali Waimuring putus total, di mana harga beras sempat melonjak hingga Rp20 ribu per kilogram.

#### Aktivitas Terhambat

Warga bahkan harus berjalan kaki meliuk-liuk di antara timbunan material untuk mencapai titik aman, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain. Mobilisasi hasil pertanian dan perkebunan, serta barang dagangan lainnya, menjadi tersendat akibat padatnya material lahar dingin.

Upaya Pemulihan dan Respons Cepat

Menghadapi situasi darurat ini, berbagai pihak bergerak cepat. Pemerintah daerah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, bersama unsur terkait, berupaya keras membuka kembali akses jalan yang tertutup. Tim asesmen dan koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan guna mempercepat penanganan.

Kepala Desa Nurabelen, Lambert Puka, menyatakan bahwa pembersihan material sudah mulai dilakukan dan jalan tersebut berangsur normal. Pihak kepolisian, melalui Polres Flores Timur, juga melakukan survei jalur Trans Flores pascabanjir. Petugas memastikan kondisi jalan aman untuk dilintasi dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Flores Timur serta Polsek setempat. Dua unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk mempercepat pembersihan material.

Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Boli Uran, juga menekankan pentingnya penanganan dini atas terputusnya akses jalan. Ia memastikan bahwa aktivitas normalisasi akses jalan akan terus dilakukan untuk memperlancar aktivitas masyarakat.

Kewaspadaan Tetap Penting

Meskipun akses jalan kini berangsur normal, kewaspadaan tetap harus dijaga. BPBD Flores Timur mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Lewotobi untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu banjir lahar dingin susulan. Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pascabencana.

Upaya pemulihan infrastruktur dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam ini menunjukkan ketangguhan masyarakat Flores Timur dalam menghadapi tantangan. Kembalinya akses jalan yang normal menjadi harapan baru bagi geliat aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial di wilayah tersebut.

Source: Kompas.com



#BanjirLaharDingin #FloresTimur #GunungLewotobi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama