BUGALIMA - Akhirnya, penantian panjang untuk pelaksanaan job fit dan evaluasi kinerja Jabatan Tinggi Pratama (JTP) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur, berakhir sudah. Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, bersama Wakil Bupati Ignas Boli Uran, berupaya memecah kebuntuan kekosongan jabatan tinggi pratama dengan memulai proses uji kompetensi dan evaluasi kinerja. Surat bernomor PANSEL.JPT FLT/01/2026 dari Panitia Seleksi tertanggal 27 Februari 2026 menjadi penanda dimulainya tahapan krusial ini.
Pelaksanaan Uji Kompetensi
| Gambar dari Pixabay |
Proses ini melibatkan 28 nama pejabat tinggi pratama dari total 29 yang seharusnya dievaluasi. Menariknya, dari jumlah tersebut, 23 pejabat akan mengikuti uji kompetensi (job fit), sementara lima lainnya akan menjalani evaluasi kinerja JPT. Tahapan ini dimulai pada tanggal 2 hingga 6 Maret 2026 dengan agenda pembukaan dan penyampaian berkas administrasi. Selanjutnya, wawancara kompetensi dijadwalkan pada 9-11 Maret, diikuti penelusuran rekam jejak pada 12 Maret. Puncaknya adalah pleno hasil akhir pada 13 Maret, yang akan dilaporkan kepada Bupati. Laporan hasil ini kemudian akan diteruskan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk mendapatkan rekomendasi, sebelum akhirnya penetapan keputusan Bupati pada 27 Maret 2026.
Keanehan yang Muncul
Namun, di balik dimulainya proses yang ditunggu-tunggu ini, muncul sebuah keanehan yang memicu pertanyaan publik. Tidak munculnya nama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Flotim dalam daftar peserta job fit dan evaluasi kinerja menimbulkan spekulasi. Ada apa gerangan sehingga Kepala Bapperida dikecualikan dari penilaian yang seharusnya diikuti oleh seluruh pejabat tinggi pratama? Bupati Flotim, Anton Doni Dihen, yang dikonfirmasi pada Minggu, 8 Maret 2026, belum memberikan penjelasan gamblang mengenai alasan kekhususan ini.
Evaluasi dan Penataan Birokrasi
Uji kompetensi dan evaluasi kinerja ini merupakan langkah strategis Pemda Flotim untuk memperkuat kualitas birokrasi dan memastikan pejabat bekerja secara optimal. Bupati Antonius Doni Dihen menegaskan bahwa proses ini menjadi dasar pertimbangan dalam melakukan rotasi maupun mutasi jabatan. Ia menekankan pentingnya menerima hasil evaluasi secara terbuka sebagai momentum perbaikan kinerja. Standar manajemen yang diterapkan dalam evaluasi ini tergolong tinggi, menjadi tantangan sekaligus keharusan bagi para pimpinan organisasi perangkat daerah untuk menjawab tuntutan pembangunan yang semakin kompleks.
#### Manajemen Strategis dan Operasional
Salah satu sorotan utama dalam birokrasi Flores Timur, sebagaimana diungkapkan Bupati, adalah masih lemahnya manajemen strategis dalam perumusan perencanaan pembangunan. Banyak target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dinilai terlalu ambisius dibandingkan dengan kemampuan fiskal daerah. Hal ini sering menyulitkan perangkat daerah dalam menyusun program yang realistis dan selaras dengan anggaran. Selain itu, manajemen operasional, terutama dalam pengelolaan waktu penyusunan timeline program, juga masih perlu dibenahi karena seringkali terlalu longgar.
Kendala dan Penyesuaian
Pelaksanaan uji kompetensi ini pun tidak lepas dari kendala. Keterlambatan kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Yohanes Capistrano Waru Ngebu, yang merupakan salah satu anggota panitia seleksi eksternal, menyebabkan penyesuaian jadwal di hari pertama. Ketua Pansel, Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si., yang juga menjabat sebagai Sekda Flores Timur, menginstruksikan penambahan jam sesi bagi peserta yang terdampak, mengingat jadwal yang sudah terkunci hingga 11 Maret 2026.
Harapan untuk Birokrasi yang Lebih Baik
Meskipun diwarnai sejumlah kejanggalan dan kendala, pelaksanaan job fit dan evaluasi kinerja ini diharapkan menjadi momentum penyegaran semangat pengabdian para pejabat. Bupati Anton Doni Dihen menekankan penerapan sistem pengendalian kinerja yang lebih ketat dengan evaluasi berkala. Pejabat yang tidak memenuhi standar dapat dikenakan peringatan hingga pemberhentian. Tujuannya adalah menemukan pasangan yang tepat antara orang dan jabatan, sehingga kinerja organisasi perangkat daerah dapat berjalan lebih optimal dan visi "Lompatan Jauh" Flores Timur dapat terwujud nyata.
#JobFit #EvaluasiJTP #PemdaFloresTimur