Kepala Desa Adonara Timur Bersatu: Akhiri Konflik Lahan Narasosina-Bele Lewat Jalan Damai!

BUGALIMA - Kehidupan di Adonara Timur, sebuah wilayah yang kaya akan tradisi dan keindahan alam, kembali diuji oleh konflik yang mengusik ketenangan masyarakatnya. Kali ini, perselisihan antara Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, yang dipicu oleh sengketa lahan, telah memanas hingga menimbulkan korban luka dan kerusakan properti. Namun, di tengah gejolak tersebut, secercah harapan muncul dari para pemimpin lokal. Sebanyak 12 kepala desa di Adonara Timur bersatu padu, menunjukkan komitmen kuat untuk mencari solusi damai demi mengakhiri konflik berkepanjangan ini.

Latar Belakang Konflik yang Memanas

Konflik yang kembali pecah pada Jumat, 6 Maret 2026, ini bermula dari sengketa lahan di perbatasan kedua desa. Sejak lama, tanah ulayat telah menjadi sumber ketegangan, dan kali ini, perselisihan tersebut memuncak menjadi bentrokan fisik. Akibatnya, beberapa bangunan warga mengalami kerusakan, dan beberapa orang terluka, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas. Pihak kepolisian dari Polres Flores Timur dan Polsek Adonara Timur segera turun tangan untuk mengamankan lokasi dan mencegah bentrokan meluas. Mereka melakukan pendekatan persuasif, mengamankan barang bukti seperti ketapel dan senjata tajam, serta mendata kerugian materiil yang ditimbulkan.

Upaya Mediasi dan Pendekatan Humanis

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., menyatakan apresiasi terhadap langkah para kepala desa yang proaktif mencari solusi damai. "Kami mengapresiasi respons cepat yang dilakukan di lapangan. Rapat ini menjadi ruang untuk merumuskan langkah penanganan konflik agar situasi segera kembali kondusif," ujar Kapolres Adhitya. Ia menekankan pentingnya mediasi adat dan musyawarah mufakat yang melibatkan tokoh adat dan masyarakat, sejalan dengan kearifan lokal yang ada di Adonara Timur.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melalui Wakil Bupati Ignasius Boli Uran dan Ketua DPRD Albertus Sinour, juga telah turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi dan meredakan ketegangan. Evaluasi penanganan konflik terus dilakukan, dengan fokus pada perumusan langkah-langkah konkret agar situasi kembali kondusif. Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog dan musyawarah, serta mengapresiasi upaya mediasi adat yang diusulkan oleh kedua belah pihak.

Peran Tokoh Adat dan Kearifan Lokal

Para kepala desa menyadari bahwa penyelesaian konflik lahan ini tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Pendekatan adat dan pelibatan tokoh adat menjadi kunci utama. Permintaan perdamaian secara adat datang dari kedua belah pihak, menunjukkan keinginan kuat untuk kembali hidup berdampingan secara damai. Komandan Kodim 1624 Flores Timur, Letkol Inf Erly Merlyan, juga sepakat bahwa penyelesaian konflik perlu melibatkan mekanisme adat setempat dengan pendekatan persuasif. Ia mengingatkan agar semua pihak mencegah keterlibatan pihak ketiga yang berpotensi memperkeruh situasi.

Membangun Kembali Kepercayaan dan Harmoni

Pasca bentrokan, situasi di Adonara Timur berangsur kondusif berkat pengamanan intensif dari aparat kepolisian dan TNI. Patroli rutin terus dilakukan di titik-titik rawan untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Unit intelijen juga aktif memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak, sehingga masyarakat yang sempat berkumpul akhirnya membubarkan diri. Di sisi lain, bantuan kemanusiaan mulai disalurkan kepada warga yang terdampak.

Upaya membangun kembali kepercayaan dan harmoni di antara masyarakat menjadi prioritas utama. Para kepala desa berkomitmen untuk memfasilitasi dialog berkelanjutan, mendorong penyelesaian sengketa lahan melalui ritual sumpah adat, dan memastikan bahwa kearifan lokal dijunjung tinggi. Dengan bersatunya para kepala desa, diharapkan konflik antara Narasosina dan Bele dapat benar-benar berakhir, dan kedamaian kembali terwujud di Adonara Timur.

Source: https://flores.tribunnews.com/2026/03/07/semua-kepala-desa-di-adonara-timur-cari-solusi-damai-konflik-narasosina-bele-polisi-kami-apresiasi



#KonflikLahanAdonaraTimur #SolusiDamaiAdonara #MediasiKepalaDesa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama