BUGALIMA - Kabar gembira datang dari sektor pertanian Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 80 petani dari berbagai kecamatan bakal diberangkatkan untuk mengikuti program magang dan pelatihan hortikultura di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Langkah ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang didukung penuh oleh lembaga internasional seperti Plan International dan GIZ, serta dikelola oleh Krisna Foundation. Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyatakan bahwa seluruh biaya pelatihan dan magang ini ditanggung oleh Plan International dan GIZ, dengan total anggaran mencapai Rp200.000.000. Para petani dijadwalkan akan mulai berangkat pada tanggal 8 Juni 2026.
Motivasi dari Keberhasilan Petani Soe
| Sumber: Pixabay |
Keputusan untuk memilih Soe sebagai lokasi magang bukanlah tanpa alasan. Bupati Antonius Doni Dihen menjelaskan bahwa daerah Soe telah menjadi proyek percontohan bagi Krisna Foundation dengan dukungan GIZ. Di sana, para petani telah berhasil mengembangkan sektor hortikultura secara signifikan, bahkan mampu mengubah lahan tandus yang bertekstur kapur menjadi produktif. Keberhasilan inilah yang menjadi motivasi kuat bagi Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk mendorong dan mengembangkan potensi pertanian di daerahnya sendiri. "Soe memang layak menjadi lokasi studi. Keberhasilan mereka dalam mengubah tantangan itu yang luar biasa," ujar Bupati Anton.
Program magang ini sejatinya merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk meningkatkan kapasitas petani lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Pelatihan ini difokuskan pada penerapan *Good Agriculture Practices* (GAP) atau Praktik Pertanian yang Baik. GAP adalah sistem sertifikasi dan pedoman budidaya pertanian yang menekankan aspek keamanan pangan, kelestarian lingkungan, kualitas hasil produksi, dan keberlanjutan usaha tani. Dengan menerapkan standar GAP, diharapkan hasil panen petani Flores Timur tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki kualitas yang lebih baik dan daya saing yang tinggi di pasar.
Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Lebih dari sekadar peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen, program magang hortikultura ini memiliki tujuan strategis lainnya, yaitu mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Antonius Doni Dihen mengungkapkan bahwa akses pasar yang strategis bagi para petani kini semakin terbuka lebar dengan hadirnya dapur MBG. Permintaan yang tinggi dari program MBG ini berpeluang besar untuk menggerakkan ekonomi pedesaan jika diikuti dengan langkah-langkah yang tepat dan terukur. Tanaman seperti sawi hijau, brokoli, tomat, dan cabai yang merupakan komoditas hortikultura, memiliki pasar yang jelas di dapur MBG.
Keterlibatan petani Flores Timur dalam rantai pasokan MBG ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi besar "Lompatan Jauh" yang dicanangkan oleh Bupati Antonius Doni Dihen. Visi ini menekankan pada pembangunan Flores Timur dari sektor riil masyarakat, memperkuat petani, menjaga ketahanan pangan, dan menciptakan masa depan ekonomi daerah yang lebih maju. Dengan petani Flores Timur menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah, diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan menambah daya ketahanan pangan.
Komposisi Peserta dan Harapan ke Depan
Sebanyak 80 petani yang akan mengikuti pelatihan ini memiliki komposisi yang beragam. Terdiri dari 39 petani dari Kelompok Tani Desa Otan, Kecamatan Solor Barat; 19 perwakilan milenial dari seluruh kecamatan di Flores Timur; 17 pengelola *greenhouse*; serta 5 petani hortikultura. Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga menekankan pentingnya keterlibatan petani perempuan sebagai bagian integral dari program ini. Keterlibatan generasi muda dan perempuan diharapkan mampu membawa inovasi dan kemandirian dalam sektor pertanian daerah.
Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama dua minggu pada awal Juni 2026 ini akan menjadi investasi sumber daya manusia sektor pertanian Flores Timur. Dengan peningkatan keterampilan budidaya dan manajemen usaha tani, para peserta diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan pangan bergizi bagi masyarakat.
Selain itu, Bupati Antonius Doni Dihen juga mengungkapkan bahwa pelatihan hortikultura ini berpeluang untuk dilanjutkan ke kabupaten lain, seperti Sikka. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sektor pertanian dan menjangkau lebih banyak petani di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan transformasi menuju pertanian modern yang produktif dan berkualitas, petani Flores Timur diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Perjalanan para petani Flores Timur menuju Soe ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah perjalanan transformasi. Sebuah perjalanan untuk belajar, berinovasi, dan pada akhirnya, membawa pulang ilmu serta pengalaman yang akan mengubah wajah pertanian di tanah kelahirannya. Keberhasilan mereka di Soe kelak, diharapkan akan menjadi cerita inspiratif bagi petani-petani lain di Flores Timur, bahkan di seluruh Nusa Tenggara Timur.
Source: https://ekorantt.com/2026/05/25/puluhan-petani-flores-timur-bakal-ikut-magang-hortikultura-di-soe/
#Hortikultura #Petani Flores Timur #Pelatihan Pertanian