BUGALIMA - Kabar gembira datang dari kancah sepak bola Nusa Tenggara Timur. El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Flores Timur dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Flores Timur. Keputusan ini disambut baik oleh berbagai pihak, mengingat rekam jejak Flores Timur yang pernah dua kali gagal menjadi tuan rumah akibat kendala anggaran. Kali ini, komitmen untuk menggelar acara bergengsi ini terbukti nyata dengan strategi pendanaan yang inovatif, mengandalkan dana swadaya masyarakat dan dukungan dari sponsor.
Perjuangan Flores Timur Menuju Tuan Rumah ETMC 2026
| Sumber: Pixabay |
Perhelatan ETMC XXXV tahun 2026 ini menjadi sebuah penantian panjang bagi masyarakat Flores Timur, dan juga pecinta sepak bola di Nusa Tenggara Timur. Setelah dua kali penunjukan sebagai tuan rumah sebelumnya (2022 dan 2024) harus batal karena keterbatasan anggaran, kali ini Flores Timur bertekad bulat untuk tidak mengulang kegagalan tersebut. Keputusan Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, untuk kembali menerima mandat tuan rumah pada tahun 2026 disambut antusias. "Kita tidak mau membuang kesempatan yang ada. Flores Timur sudah berulang kali ditunjuk menjadi tuan rumah, namun kesempatan itu belum kita ambil. Untuk itu kali ini, dengan segala pertimbangan, sebagai Bupati saya memutuskan Flores Timur siap menjadi tuan rumah ETMC 2026," tegas Bupati Anton Doni Dihen dalam sebuah pertemuan.
Langkah maju ini menunjukkan keseriusan dan kesiapan Flores Timur untuk kembali membuktikan kapasitasnya sebagai daerah penyelenggara event olahraga terbesar di NTT. ETMC, yang telah menjadi tradisi dan ajang paling bergengsi di provinsi ini, selalu mampu menyedot perhatian ribuan suporter dan menjadi momentum penting untuk pembinaan pemain muda serta perputaran ekonomi daerah.
Strategi Pendanaan: Inovasi Tanpa APBD
Salah satu aspek yang paling disorot dalam persiapan ETMC 2026 di Flores Timur adalah model pendanaannya. Bupati Anton Doni Dihen telah menegaskan komitmen kuat bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak akan bersumber dari APBD Kabupaten Flores Timur. Ini adalah terobosan yang patut diacungi jempol, mengingat besarnya kebutuhan anggaran untuk sebuah event sebesar ETMC.
"Untuk anggaran, kami tidak menggunakan APBD," ujar Bupati Anton Doni Dihen. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah akan secara aktif mencari sumber pendanaan alternatif. Strategi yang diambil meliputi upaya keras dalam menggandeng berbagai pihak ketiga, termasuk mencari sponsor yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan olahraga di Flores Timur.
Pendekatan ini sejalan dengan apa yang pernah disampaikan sebelumnya ketika Flores Timur hampir batal menjadi tuan rumah pada tahun 2026. Saat itu, Bupati Doni Dihen menjelaskan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk menjadi tuan rumah mencapai sekitar Rp 2 miliar, sementara alokasi dari APBD atau KONI Flores Timur hanya sekitar Rp 500 juta. Kesenjangan inilah yang harus ditutup melalui sumber dana di luar APBD, menunjukkan betapa krusialnya peran swadaya dan sponsor.
Dukungan Mengalir: Dari Provinsi hingga Tokoh Nasional
Kabar baiknya, upaya pencarian dana ini tidak sia-sia. Dukungan mulai mengalir dari berbagai penjuru. Ketua Pelaksana ETMC XXXV, Yitno Wada, melaporkan bahwa komitmen dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT sudah sangat nyata. Gubernur NTT sendiri telah memastikan akan menyumbang sebesar Rp 500 juta untuk kelancaran turnamen.
Tidak hanya dari pemerintah provinsi, dukungan finansial juga datang dari berbagai tokoh dan lembaga. Legislator asal NTT, Ahmad Yohan, turut berkontribusi sebesar Rp 200 juta. Kehadiran para tokoh politik dalam barisan donatur ini tidak hanya memberikan suntikan dana segar, tetapi juga memperkuat legitimasi dan semangat panitia dalam mempersiapkan turnamen.
Bahkan, panitia juga bergerak proaktif menjalin komunikasi dengan anggota DPR RI dari Dapil NTT di Senayan untuk memperluas jaringan dukungan, baik dalam bentuk dana maupun advokasi kebijakan yang dapat mendukung penyelenggaraan ETMC. Hingga kini, total dana yang berhasil dikumpulkan panitia dilaporkan telah mencapai Rp 810 juta. Angka ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan dukungan kuat dari masyarakat serta para pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Timur untuk menyukseskan ETMC XXXV.
Harapan Besar untuk ETMC 2026
Penunjukan Flores Timur sebagai tuan rumah ETMC 2026, dengan model pendanaan yang inovatif dan dukungan yang mengalir, memberikan harapan besar. Ini bukan hanya tentang penyelenggaraan sebuah turnamen sepak bola, tetapi juga tentang kebangkitan semangat olahraga dan pembangunan daerah. Dengan tidak membebani APBD, Flores Timur menunjukkan kemandirian dan kreativitasnya dalam mengelola event besar.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menyelenggarakan event serupa. ETMC 2026 di Flores Timur diharapkan tidak hanya sukses dari segi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan sepak bola NTT dan perekonomian lokal. Masyarakat Flores Timur patut berbangga, karena semangat gotong royong dan dukungan dari berbagai pihak telah membuka jalan bagi terwujudnya mimpi besar ini.
Source: ekorantt.com
#ETMC 2026 #Flores Timur #Sepak Bola NTT