BUGALIMA - Kegelisahan masyarakat Flores Timur terkait kelangkaan BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite akhirnya menemukan titik terang. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah memberikan instruksi tegas kepada Pertamina untuk segera mengaktifkan kembali sistem mikrosite yang sebelumnya mengalami pemblokiran. Langkah ini diambil setelah adanya pertemuan intensif antara Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Flores Timur, Tarsisius Kopong, dengan perwakilan BPH Migas di Jakarta. Keputusan ini disambut baik oleh warga yang beberapa waktu terakhir terdampak oleh kendala distribusi BBM.
Kendalakan Sistem Aplikasi Mikrosite
Permasalahan utama yang menyebabkan kelangkaan BBM subsidi di Flores Timur adalah terblokirnya kode balkot pada aplikasi mikrosite. Akibatnya, penyaluran BBM ke 14 sub penyalur mengalami hambatan karena tidak dapat dipindai melalui barcode. Kepala Bagian SDA Setda Flores Timur, Tarsisius Kopong, menjelaskan bahwa pemblokiran ini dilakukan oleh BPH Migas. Pemerintah Daerah Flores Timur telah berupaya berkomunikasi dan mengirimkan surat permohonan kepada BPH Migas terkait penggunaan aplikasi mikrosite, namun respons yang dinanti belum kunjung datang hingga kendala ini mencuat.
* Dampak Langsung ke Masyarakat Pemblokiran aplikasi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama bagi para sub penyalur yang mengandalkan BBM subsidi untuk operasional mereka. Tarsisius Kopong mengakui bahwa meskipun penyaluran BBM secara umum tetap berjalan, kendala pada sub penyalur menyebabkan kelangkaan di beberapa titik. "Penyaluran tetap jalan. Hanya untuk sub penyalur kita masih menunggu respon BPH MIGAS atas surat pemda Flores Timur. Rekomendasi pemda keluarkan sudah 14 sub penyalur, hanya belum bisa di-barcode karena permasalahan aplikasi Mikrosite belum bisa di akses oleh SPBU," ujarnya. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran warga akan kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, mendorong mereka untuk mencari alternatif lain atau bahkan terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang tentu lebih mahal.
* Stok Aman, Tapi Distribusi Terhambat Menariknya, meskipun distribusi terhambat, stok BBM subsidi di Flores Timur dilaporkan masih mencukupi. Total stok BBM yang tercatat di empat SPBU mencapai 106.657,9 liter, terdiri dari pertalite, pertamax, pertadex, dan Bio Solar. Hal ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada ketersediaan pasokan, melainkan pada sistem teknis yang mengatur distribusinya. Ketersediaan BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertadex juga dilaporkan tetap normal dan dapat dibeli tanpa hambatan.
Solusi dan Harapan Baru
Instruksi dari BPH Migas untuk segera mengaktifkan kembali mikrosite memberikan angin segar bagi masyarakat Flores Timur. Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penyesuaian sistem dari aplikasi Mikrosite ke aplikasi X-Star, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Targetnya, aktivasi sistem ini akan rampung dalam kurun waktu satu hingga dua hari setelah instruksi diberikan.
Peran BPH Migas dan Pertamina
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memiliki peran krusial dalam mengatur dan mengawasi distribusi BBM di seluruh Indonesia. Dalam kasus ini, BPH Migas bertindak cepat dengan memerintahkan pengaktifan kembali sistem mikrosite untuk mengatasi kendala yang terjadi. Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga, sebagai operator pelaksana, bertanggung jawab untuk melakukan penyesuaian teknis dan memastikan kelancaran distribusi.
Upaya Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Flores Timur juga tidak tinggal diam. Melalui surat permohonan yang dikirimkan kepada BPH Migas, Pemda telah berupaya mendorong penyelesaian masalah ini. Langkah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan operator dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Kelangkaan BBM subsidi, meskipun bersifat sementara, dapat memiliki dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Aktivitas nelayan dan pengelola jasa penyeberangan antar pulau di Flores dilaporkan sempat lumpuh akibat kelangkaan solar subsidi pada November 2025. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ketersediaan BBM bersubsidi bagi roda perekonomian masyarakat, terutama di daerah kepulauan. Dengan normalnya kembali distribusi BBM subsidi, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat Flores Timur dapat kembali berjalan lancar.
Menuju Sistem yang Lebih Baik
Penyesuaian sistem dari aplikasi Mikrosite ke X-Star diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kualitas layanan distribusi BBM di masa mendatang. Hal ini juga sejalan dengan upaya BPH Migas untuk memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran dan tepat volume kepada masyarakat yang berhak. Diharapkan, kendala serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat terus terlayani dengan baik.
Source: detikcom
#BBMSubsidi #FloresTimur #BPHMigas